Tingkatkan Kualitas Pekerja Konstruksi, Kota Pekalongan Gelar Sertifikasi

Foto ilustrasi pekerja konstruksi (Foto:jatengprov.go.id)

 

HALO  PEKALONGAN – Kompetensi para pekerja konstruksi, berpengaruh pada kualitas bangunan yang dihasilkan. Karena itu setiap pekerja konstruksi, mestinya berkompeten dan memiliki sertifikat di bidangnya.

Penegasan itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan, Nur Priyantomo, seperti dirilis Jatengprov,go.id, Rabu (4/11).

Menurut Nur, pihaknya bekerja sama dengan DPU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, terus menggenjot program sertifikasi tenaga kerja bangunan, melalui pelatihan dan uji kompetensi khusus Tukang Bangunan Umum.

“Peran tukang sebagai bagian dari tenaga kerja konstruksi itu krusial. Tukang di lapangan sangat menentukan kualitas bangunan. Karenanya semua tukang seharusnya memiliki bekal yang baik, melalui pelatihan dan mendapat sertifikat,” ucap Nur Priyantomo.

Menurut dia, selama ini masih sedikit tukang bangunan yang mendaftarkan diri untuk mendapat sertifikasi tersebut, khususnya di Jawa Tengah. Bahkan Kota Pekalongan termasuk salah satu pionir penyelenggaran uji kompetensi, bagi para pekerja konstruksi. Wilayah lain di Jawa Tengah yang sudah melakukan sertifikasi tersebut adalah Kabupaten Semarang.

“Selain bertujuan mengukur kompetensi para tenaga kerja konstruksi, program sertifikasi itu juga akan memudahkan tenaga kerja, mendapatkan pekerjaan. Kompetensi dan ilmu mereka lebih terampil, ini juga sebagai syarat administrasi pekerja bangunan dan penyedia pekerja dalam bekerja melaksanakan tender dan sebagainya,” tuturnya.

Nur menjelaskan, pelatihan sertifikasi dilaksanakan pada 2-5 November 2020, dan diikuti oleh 80 orang yang dibagi menjadi dua kelompok. Biaya pelatihan dialokasikan dari Dana Insentif Daerah (DID) Kota Pekalongan tahun 2020.

“Kami bagi dua kelompok, masing-masing kelompok (selama) 2 hari. (Jadwal) hari pertama untuk teori dan hari kedua praktik menggunakan mobile training unit dan juga dilengkapi protokol kesehatan,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Machfudz, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan pelatihan tersebut. Menurut wali kota, jasa konstruksi mempunyai peran strategis dalam pembangunan daerah, sehingga perlu dilakukan pembinaan, baik terhadap pengguna jasa, penyedia jasa, maupun masyarakat jasa konstruksi. Dengan begitu, seluruh unsur yang terlibat dapat memiliki pemahaman dan kesadaran mengenai tugas, fungsi, hak dan kewajiban masing-masing.

Selain itu, para pelaku usaha jasa konstruksi juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan guna mewujudkan tertib usaha jasa kontruksi, tertib penyelenggaraan pekerjaan konstruksi, dan tertib pemanfaatan hasil kerja konstruksi. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.