in

Tingkatkan Kualitas dan Produktivitas Durian, Petani Sigaluh Gunakan Cara Top Working

Kepala Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Kementerian Pertanian, Sudi Mardianto melihat lokasi tanaman durian yang menggunakan sistem top working di Banjarnegara. (Foto : Banjarnegarakab.go.id)

 

HALO BANJARNEGARA – Peremajaan dan peningkatan kualitas durian dengan teknik top working , seperti yang dilakukan Kelompok Tani Karya Tani Bakti di Dukuh Siweru, Desa Gembongan, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, telah mendatangkan pundi-pundi keuntungan.

Satu pohon durian yang semula hanya bisa memberikan pendapatan maksimal Rp 5 juta, dengan teknik ini petani bisa memperoleh pendapatan sekitar Rp 80 juta.

Triyono, salah satu petani durian, menuturkan penerapan teknik top working berawal dari lesunya pertanian buah berduri itu di wilayahnya, beberapa tahun lalu. Saat itu banyak pohon durian sudah tidak bisa menghasilkan buah yang bagus. Buahnya kecil-kecil dan akhirnya hanya bisa dijual murah.

Untuk memperbaiki kualitas tanaman, dia kemudian menginisiasi penggunaan teknik top working. Teknik ini intinya adalah menyambungkan batang bawah dan batang atas, dengan cara okulasi atau peremajaan tanaman, tanpa harus menebang pohon, sehingga tidak memerlukan bibit baru.

Top working tanaman juga bisa dilakukan dengan cara mengganti varietas suatu tanaman yang ada, dengan varietas baru, tanpa harus mematikan tanaman induk. Karena itu dengan teknik top working, dari satu pohon bisa diperoleh durian dari berbagai varietas.

“Dengan sistem top working ini, satu pohon durian bisa berbuah dengan beberapa varietas berbeda. Bahkan satu pohon bisa menghasilkan 20 jenis buah durian,” katanya, seperti dirilis Banjarnegarakab.go.id.

Diakuinya, sejak menggunakan top working yang dimulai sekitar 5 tahun yang lalu, berdampak pesat terhadap sisi produktivitas buah serta penghasilan yang didapatkan.

“Dulu satu pohon hanya bisa menghasilkan 400 butir atau kalau dijual dapat Rp 4 Juta sampai Rp 5 juta. Tetapi sejak menggunakan top working, saat ini satu pohon bisa berbuah lebih banyak dan menghasilkan sekitar Rp 80 juta,” terangnya

Kepala Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP) Kementerian Pertanian RI, Sudi Mardianto saat berkunjung ke Banjarnegara, berkesempatan melihat lokasi tanaman durian yang menggunakan sistem top working.

Dia menilai ini keahlian memadukan berbagai jenis durian dalam satu pohon merupakan sebuah terobosan. Menurutnya hal ini layak diapresiasi, karena pemerintah pusat sangat mendukung inisiatif masyarakat, dalam pengembangan komoditas pertanian.

“Apa yang kami lihat di sini akan kita sampaikan ke Direktorat Jenderal teknis terkait di Kementan RI. Semoga ada tindak lanjut untuk mendukung budi daya durian di tempat ini,” ungkapnya

Sudi juga menyampaikan, keberagaman tanaman akan memiliki nilai tambah, tetapi sertifikasi kebun juga penting, bila akan memperluas pasar hingga ekspor ke luar negeri.

Diharapkan dengan sertifikasi kebun, akan terwujud penataan kebun yang baik serta jaminan kualitas yang dihasilkan dari tempat itu bisa dipertanggungjawabkan.

Plh Bupati Banjarnegara, Syamsudin mengatakan, durian adalah komoditas unggulan di Sigaluh. Inovasi percepatan produksi dan mutu tanaman.durian dengan cara top working ini bisa menjadi model percontohan. Hal tersebut menurutnya juga bisa mendukung terwujudnya agroeduwisata di Kabupaten Banjarnegara.

“Sebuah harapan besar tersaji di sini, tentang bagaimana mengelola potensi lokal yang ada dan menjadikan Kecamatan Sigaluh sebagai pintu masuk Banjarnegara sebelah timur menarik untuk dikunjungi,” katanya. (HS-08)

Share This

Terima Tim KPK, Bupati Purworejo : Hakikat Pemerintahan Untuk Sejahterakan Masyarakat

Satlantas Polrestabes Semarang Sarapan Bersama Kaum Duafa di Simpanglima Semarang