in

Tingkatkan Kemampuan, Relawan BTB Dilatih Water Rescue

Relawan Baznas Tanggap Bencana (BTB) Baznas Kendal mengikuti pelatihan penyelamatan di air atau Water Rescue di Semarang, Senin (23/11/2020).

 

HALO KENDAL – Sebanyak 16 relawan Baznas Tanggap Bencana (BTB) Baznas Kendal mengikuti pelatihan penyelamatan di air atau Water Rescue selama tiga hari di Semarang, Senin (23/11/2020) hingga Rabu, (25/11/2020).

Kegiatan yang berada di bagian kebencanaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kendal ini bekerja sama dengan Basarnas Kota Semarang, sebagai upaya meningkatkan kualitas dan profesionalitas.

Ketua Baznas Kendal, Moch Ubaidilah mengatakan, giat pelatihan water rescue dinyatakan penting lantaran cuaca memasuki musim hujan.

“Kita perlu melakukan peningkatan kualitas, salah satunya dalam hal penyelamatan. Ini melihat ke depan saat ini musim hujan mulai sering terjadi di Kendal, sehingga kita yang memang ikut bergerak di bidang kemanusiaan perlu juga ikut membantu di bidang penyelamatan,” terangnya, Senin (23/11/2020).

Dikatakan Ubaidilah, pelatihan yang dilakukan di tiga tempat tersebut, untuk hari pertama dipusatkan di Gedung Siaga SAR atau Mess Basarnas Semarang, dengan pelatihan dasar berupa teori dasar penyelamatan pertolongan di air serta metode pertolongan di peraiaran.

“Sedangkan hari kedua dilakukan pelatihan praktik di kolam renang Boja dan hari ketiga dilakukan praktik di pantai Kemangi Kecamatan Kangkung,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasi Pemberdayaan, Pencarian dan Pertolongan Basarnas Semarang, Didit Arie Ristandy menjelaskan, untuk pelatihan Water Rescue, pihak Basarnas menurunkan empat instruktur yang telah ahli di bidang penyelamatan air.

“Sesui dengan permintaan dari Baznas Kendal tentang pelatihan water rescue ini, kita telah turunkan langsung 4 petugas untuk menjadi instruktur selama 3 hari selain teori, nanti pada hari kedua dan tiga langsung melakukan praktik lapangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Didit menjelaskan, jika penyelamatan di air umumnya dilakukan menggunakan perahu karet.

Sehingga setiap tim Baznas Tanggap Bencana harus memiliki kemampuan mendayung perahu karet dengan cepat dan efisien, termasuk mengarahkan perahu karet dengan benar untuk mendekati korban.

“Tim Baznas Tanggap Bencana nantinya akan memiliki kemampuan evakuasi korban dalam air, penggunaan alat pendukung penyelamatan dalam air, serta kemampuan menenangkan korban yang sedang dalam keadaan panik,” pungkas Didit.(HS)

Share This

Kota Semarang Lolos Sebagai Anggota Open Government Partnership

Jalan Alternatif Penghubung Kaliwungu Kendal-Ngaliyan Dibangun, Pengendara Cari Jalur Lain