in

Tingkatkan Daya Saing Industri Impor

Nara sumber dan peserta pelaku usaha berfoto bersama pada kegiatan Sosialisasi Kebijakan Perdagangan Luar Negeri Bidang Impor. (dok)

 

HALO SEMARANG – Kehadiran Permendag nomor 20 tahun 2021 tentang kebijakan dan pengaturan impor diharapkan bisa meningkatkan daya saing global industri impor.

Plt Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri Indrasari, Wisnu Wardhana menyatakan pemerintah berupaya melakukan sosialisasi kebijakan perdagangan luar negeri bidang impor melalui Permendag nomor 18 tahun 2021 tentang barang dilarang ekspor dan barang dilarang impor, juga Permendag nomor 20 tahun 2021 tentang kebijakan dan pengaturan impor kepada para pelaku industri ekspor impor.

Permendag nomor 11 tahun 2020 akan dikeluarkan dengan tujuan untuk meningkatkan daya saing global Indonesia.

Dia menjelaskan tantangan perdagangan selama dan setelah pandemi Covid-19 menyebabkan perubahan pola perdagangan global dan nasional.
Konsumen lebih selektif, lebih food safety dan higienis menjadi prioritas.

Selain itu, terjadinya peningkatan transaksi perdagangan secara online, proteksionisme perdagangan dan meningkatnya hambatan perdagangan, kerja sama perdagangan antarnegara di dunia, potensi defisit, dan resesi ekonomi.

‘’Kami berupaya mensosialisasikan Permendag ini agar ke depan pengusaha bisa mendorong pertumbuhan perekonomian nasional,’’ ujar Indrasari Wisnu Wardhana saat kegiatan Sosialisasi Kebijakan Perdagangan Luar Negeri Bidang Impor di Gumaya Tower Hotel Semarang, Rabu (13/10/2021).

Dia menuturkan manfaat Undang-Undang (UU) Cipta Kerja adalah untuk daya saing global dalam mendukung pembangunan nasional, mempermudah akses pembiayaan, akses pasar, akses pengembangan usaha, akses perizinan, dan akses rantai pasok.

Di samping itu, merevisi UU terkait investasi dan menghapus diskriminasi dan mendorong investasi sehingga dapat menciptakan lapangan kerja, serta mengurangi kemiskinan.

Sementara itu, Ketua Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jateng Budiatmoko mengatakan, pihaknya menyambut baik Permendag nomor 20 ini.

Pihaknya akan segera mensosialisasikan kepada para anggota GINSI dan pelaku industri importir di seluruh Jateng terkait kebijakan ini.

‘’Kami berharap Permendag ini bisa ikut mendorong kelangsungan industri impor di Jateng dan ikut mendorong perekonomian daerah,’’ ungkap Kokok, sapaan akrab Budiatmoko.

Selama ini, lanjuta dia, pengusaha importir mengalami banyak tantangan usaha di antaranya terkait perizinan.
GINSI Jateng berharap perizinan bisa mudah, cepat, transparan dan efisien termasuk dalam kebijakan bahan baku.

Pemerintah ingin bahan baku diambil dari lokal, tapi pengusaha importir selama ini mendapatkan bahan baku melalui impor.

Padahal, tidak semua bahan baku ada dari industri lokal sehingga ini menyulitkan pengusaha dalam mencari bahan baku.

‘’Poin itulah yang menjadi tantangan bagi pengusaha importir selama ini,’’ tandasnya.(HS)

Share This

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Kamis (14/10/2021)

Atur Pengambilan ABT, Dewan Dorong Pemkot Semarang Koordinasi Dengan Provinsi