Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Purbalingga Meningkat Tajam

Rapat  Forkompimda di pringgitan Pendapa Dipakusuma. (Foto : Jatengprov.go.id)

 

HALO PURBALINGGA – Tingkat kesembuhan pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Purbalingga, meningkat tajam pada awal November 2020.

Hingga 9 November 2020, jumlah pasien yang sembuh sebanyak 340 orang dari angka sebelumnya 287 orang atau sebesar 75 persen.

Adapun peningkatan pasien yang positif mulai melambat, yakni sebanyak 414 orang dari angka sebelumnya 381 orang. Meski demikian masyarakat harus tetap waspada, karena angka kematian naik dari delapan orang menjadi 10 orang.

Penjelasan itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga drg Hanung Wikantono, saat memaparkan perkembangan Covid19, di hadapan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda).

Dalam rapat  Forkompimda, yang diselenggarakan di pringgitan Pendapa Dipakusuma, Selasa (10/11) itu, Hanung menjelaskan jumlah pasien Covid-19 yang dirawat sebanyak 64 orang.

Adapun yang sembuh 340 orang, dan meninggal dunia 10 orang. Jumlah terkonfimasi positif Covid-19 sampai hari itu tercatat 414 orang.

Diungkapkan, kebanyakan kasus konfirmasi positif Covid-19 merupakan penularan dari dalam daerah atau lokal (60 persen), sedangkan lainnya merupakan penularan impor (40 persen).

Berdasarkan jenis kelamin, kasus terkonfirmasi Covid-19 didominasi kaum laki-laki (55 persen) sedangkan kaum perempuan lebih sedikit (45 persen).

Kepala Dinporapar Bambang Wijonarko menjelaskan, dari hasil pantauan di sejumlah objek wisata di Purbalingga selama libur panjang kemarin, tidak ditemukan kasus pengunjung yang reaktif Covid-19.

Pihaknya telah melakukan monitoring kunjungan wisatawan di 16 destinasi wisata dan 25 desa wisata, dalam libur panjang 28 Oktober sampai 1 November kemarin.

Bambang menyampaikan, semua yang dipantau sudah menerapkan protokol kesehatan dan sesuai dengan imbauan, baik melalui spanduk maupun pengeras suara. Jumlah pengunjung selama libur panjang ke Purbalingga mencapai 39 ribu orang. Secara berurutan, terbanyak ke Owabong, D’Las Serang dan Golaga. Semua sampel dari pengunjung yang di tes cepat, tidak menunjukkan gejala reaktif.

“Selama lima hari, para pengunjung Owabong dilakukan rapid test secara acak. Dari 143 sampel semuanya nonreaktif,” ungkapnya.

Pjs Bupati Purbalingga Sarwa Pramana meminta, semua OPD untuk bergerak lebih aktif lagi bersama-sama memerangi penyebaran Covid-19. Purbalingga sempat berada di zona merah, namun saat ini sudah mulai bergerak ke oranye.

“Jangan sampai kendor. Saya harap kasus corona di Purbalingga ini terus turun. Sehingga pada saatnya pilkada, kasus corona sudah landai dan aman untuk semua pihak,” pintanya.

Sarwa memerintahkan kepada semua OPD untuk mengetatkan lagi protokol kesehatan penanganan pencegahan penyebaran virus corona.

Seperti kepada Dinas Ketenagakerjaan, diperintahkan untuk memastikan penerapan protokol kesehatan di perusahaan-perusahaan,  termasuk memasang spanduk imbauan mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, dan menjaga jarak. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.