Tingkat Baca di Jateng Menurun, Berti Soraya: Bukan Karena Enggan Membaca

Foto ilustrasi.

 

HALO SEMARANG – Bidang Pengelolaan Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jateng mencatat, kunjungan warga ke Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah dari tahun 2019 hingga akhir 2020 menurun.

Hal ini juga dampak pandemi Covid-19 dari tahun 2020, sehingga perpustakaan juga tidak melayani kunjungan secara langsung.

Kemudian layanan perpustakaan dialihkan ke perpustakaan digital iJateng dan layanan website.

Tercatat pengunjung di tahun 2019 sebanyak kurang lebih 6 juta pengunjung, menurun ditahun 2020 dengan kunjungan kurang lebih 2 juta baik melalui website ataupun kunjungan langsung.

Kasi Layanan dan Otomasi Bidang Pengelolaan Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jateng, Berti Soraya mengatakan, di tahun 2020 kunjungan perpustakaan yang berada di Jalan Sriwijaya, Kecamatan Candisari, Kota Semarang di dominasi pengunjung melalui website.

Dia mengatakan, pada saat keadaan normal pengunjung perpustakaan bisa mencapai kurang lebih 350 pengunjung setiap harinya.

Berti menambahkan, dominasi kunjungan website ini dikarenakan pada tanggal 14 Maret 2020 perpustakaan tersebut sudah tidak menerima kunjungan langsung, dikarenakan menerapkan PPKM Sekala Mikro.

“Penurunan pembaca ini bukan disebabkan oleh warga yang sudah enggan membaca. Penurunan ini juga salah satu dampak dari pandemi Covid-19,” kata Berti saat ditemui halosemarang.id, Rabu (10/3/2021).

Dia menambahkan, pihaknya juga telah menyiapkan jika perpustakaan sudah diperbolehkan kembali berporasi dan menerima kunjungan langsung.

“Saya juga ingin sekali dibuka, para petugas juga sudah siap. Kita juga telah membuat standart operasional dan prosedur pelayanan (SOP) pada saat pemulihan pandemi Covid-19,” ungkapnya.

“Kita siap, pokonya kapan pun pemerintah maupun pimpinan memberikan sinyal boleh beroprasi kita sudah siap sepenuhnya,” lanjutnya.

Sementara itu, di masa pandemi pihaknya juga memberikan layanan daring kepada warga yang tidak bisa datang langsung ke perpustakaan.

Layanan daring ini bermaksut mengajak warga agar belajar sambil bersenang-senang, meskipun masih dalam pandemi Covid-19 yang masih melanda.

Tahun 2021 layanan yang ditingkatkan yaitu, layanan otomasi melalui perpustakaan digital iJateng, tanya jawab pemustaka dengan pustakawan via website, content local berisi tentang literasi Jawa Tengah, refrensi berupa artikel dan aturan pemerintah tentang pandemi covid, publishing karya-karya pustakawan berupa literasi untuk menambah wawasan, dan share pengetahuan praktis selama masa pandemi.

“Selain itu juga layanan ruang belajar modern yang dilakukan secara zoom meeting melalui kursus daring gratis bersertifikat, untuk masyarakat dan siswa Paud, TK, SD, SMP dan masyarakat umum, kursus bahasa inggris, bimbel, ketrampilan, menggambar dan menari,” katanya.

Layanan lainnya, bebas pustaka bagi mahasiswa yang mengurus surat bebas pustaka untuk persyaratan wisuda secara protokol kesehatan.

“Layanan perpustakaan keliling dan layanan terpadu perpustakaan sekolah dilakukan dengan cara dropping buku sesuai pesanan melalui WA dari 84 titik lokasi,” tandasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.