Tindak Lanjut Temuan Cluster Covid ASN Kendal, Kantor Ditutup dan Seluruh ASN Diwajibkan Swab Test

Bupati Kendal, Mirna Annisa menjalani swab dan rapid test, Kamis (6/8/2020).

 

HALO KENDAL – Setelah dua Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Pemkab Kendal dinyatakan positif Covid-19, seluruh ASN di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kendal menjalani rapid tes dan swab massal, Kamis (6/8/2020). 

Tak terkecuali Bupati Kendal, Mirna Annisa yang harus mengikuti rapid dan swab test.

Hal ini dilakukan, guna mengantisipsi penyebaran wabah yang lebih banyak, setelah ditemukan klaster ASN Pemkab Kendal.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, dua orang yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut saat ini menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing.

Karena menurutnya, secara klinis kondisi pasien Covid-19 cukup baik, tidak ada penyakit penyerta (komorbid), sehingga penanganananya hanya diberikan vitamin untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

“Diharapkan, imun mereka bertambah dan dapat segera pulih. Semua pasien tersebut, tidak ada keluhan penyakit. Sehingga termasuk pasien tanpa gejala,” jelas Feri.

Menurutnya, mereka yang tertular virus Covid-19, tidak memiliki riwayat melakukan perjalanan luar kota. Tapi pernah kontak dengan orang terdekat, yakni keluarganya yang lebih dulu terkena positif Covid-19.

“Satu pasien positif Covid-19, pernah kontak dengan adiknya yang terlebih dulu kena Covid-19. Lalu, satu orang lainnya, kontak dengan suaminya yang juga positif Covid-19,” ungkapnya.

Dijelaskan, untuk langkah antisipasi penularan virus corona agar tidak makin meluas, pihaknya melakukan penyemprotan disinfektan di semua ruangan kantor lingkup pemkab.

Kemudian, mereka yang telah menjalani tes swab diminta agar segera melakukan karantina mandiri.

“Hasil tes swab segera keluar, kalau ada yang positif langsung diisolasi. Tapi kalau hasilnya tes swab negatif tetap bisa beraktivitas seperti biasanya,” kata Ferinando.

Sementara Bupati Kendal, Mirna Annisa mengatakan, dalam rangka mengantisipasi penyebaran, maka selain dilakukan rapid dan swab kepada seluruh ASN dilingkungan Setda Kendal, pihaknya juga menutup komplek perkantoran dan Setda Kendal, selama 3 hari untuk dilakukan sterilisasi.

“Rencananya mulai Jumat (7/8/2020), seluruh ASN di lingkungan Setda Kendal diliburkan dan komplek Pemkab ditutup hingga Senin,” jelas Mirna.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.