in

Timpora Pastikan Awasi Pergerakan WNA saat Piala Dunia U-20

Ditjen Imigrasi Kemenkumham saat menggelar rapat koordinasi pengawasan orang asing di Semarang.

HALO SEMARANG – Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) memastikan akan mengawasi pergerakan atau aktivitas Warga Negara Asing (WNA) saat Piala Dunia U-20 2023 yang diselenggarakan di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasubdit Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing, Direktorat Kewaspadaan Nasional, Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Katarina Rambu Babang saat menggelar rapat koordinasi pengawasan orang asing di Kota Semarang, Kamis (9/3/2023).

“Tentu pengawasan akan diintensifkan karena menghadirkan banyak negara. Rapat koordinasi ini juga bentuk dalam mewaspadai event-event besar karena kita tidak serta merta melakukan pengawasan tapi kita melindungi juga tamu karena mereka bertamu di negara kita,” ujarnya saat ditemui awak media.

Dirinya juga menjelaskan pentingnya masyarakat ikut andil dalam mengawasi orang asing untuk mencegah kejahatan internasional. Selain itu, setiap kepala daerah juga mempunyai kewajiban untuk melakukan trantibum.

“Termasuk hadirnya orang asing kepala daerah mempunyai tugas juga untuk menegakan trantibum. Caranya yaitu harus berkoordinasi dengan instansi terikat seperti imigrasi,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya memastikan juga akan mengawasi kedatangan jurnalis asing, content creator dan peneliti yang hendak melakukan pekerjaannya di Indonesia.

“Tim selalu ada di lintas lembaga khusus jurnalis asing mau masuk ke Indonesia kita ada tim yang memang menilai sejauh mana konten yang akan dibahas dan narasumber yang akan ditemui siapa. Kalau semuanya sesuai kita pasti boleh, tetapi ada juga kadang yang ditemui misalnya jurnalis kan ikut demo itu tidak boleh dan menjadi warning bagi kita karena tidak semua itu datang sesuai dengan niatnya,” imbuhnya.

Disisi lain, saat ini pihaknya tengah mengintensifkan pengawasan kepada orang asing yang bertujuan untuk wisata namun malah bekerja di Indonisa. Hal ini juga sempat membuat masyarakat lokal tak terima dengan aktivitas yang dilakukan oleh WNA itu.

“Sejauh mana keberadaan mereka menimbulkan penolakan atau seperti apa. Kan bisa ada yang iri hati kok turisnya bekerja misalnya pekerjaan yang bisa dikerjakan masyarakat makanya itu harus diwaspadai jangan sampai masyarakat kita terganggu,” tutupnya. (HS-06)

EDC USM Gelar Pembekalan Dosen Kewirausahaan

Asah Kemampuan Anggota, Polres Pekalongan Gelar Latihan Beladiri Polri