in

Timbulkan Kerumunan, Tiga Kegiatan Masyarakat Dibubarkan Satgas Covid-19 di Purbalingga

Satgas Covid-19 membubarkan perlombaan burung merpati di Kecamatan Kutasari, karena menimbulkan kerumunan dan melanggar protokol kesehatan. (Foto : Humas.polri.go.id)

 

HALO PURBALINGGA – Satgas Covid-19 Kecamatan Kutasari, yang terdiri atas unsur kepolisian, TNI, dan Satpol PP membubarkan sejumlah kegiatan masyarakat, karena menimbulkan kerumunan dan melanggar protokol kesehatan.

Kapolsek Kutasari Iptu Tedy Subiyarsono, mengatakan kegiatan yang dibubarkan adalah perlombaan burung merpati di Desa Karangaren dan Desa Meri. Selain itu, kompetisi bola voli di Desa Karangaren.

“Pembubaran dilakukan karena kegiatan dihadiri banyak masyarakat sehingga menimbulkan kerumunan dan melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” ucap kapolsek, Minggu (12/9), seperti dirilis Humas.polri.go.id.

Kapolsek mengatakan tindakan itu bermula adanya informasi warga, tentang kegiatan masyarakat yang menimbulkan kerumunan. Kemudian oleh Satgas Covid-19 Kecamatan Kutasari, dilakukan pengecekan ke lokasi.

Kegiatan pertama yang ditemukan, yaitu turnamen bola voli di lapangan Desa Karangaren. Kegiatan turnamen diikuti oleh 16 klub. Peserta turnamen berasal dari Kecamatan Kutasari dan luar kecamatan. Selain jumlah peserta yang banyak, juga penonton yang hadir membludak.

“Saat tim gugus tugas datang, di lokasi sedang berlangsung turnamen bola voli dengan pemain dan penonton cukup banyak,” kata kapolsek.

Tim gugus tugas kemudian berkoordinasi dengan panitia, untuk segera menghentikan turnamen, karena menimbulkan kerumunan dan melanggar protokol kesehatan.

Hasil koordinasi, panitia beserta seluruh official tim peserta yang hadir bersedia menghentikan kegiatan.

Lebih lanjut disampaikan, selain turnamen bola voli Satgas Covid-19 Kecamatan Kutasari juga menjumpai kerumunan warga dalam perlombaan dan latihan lomba burung merpati. Kegiatan ditemukan di wilayah Desa Karangaren dan Desa Meri.

“Terkait kegiatan tersebut juga langsung dilakukan upaya pembubaran. Alhmdulillah tanpa perlawanan warga bersedia menghentikan kegiatannya,” kata kapolsek.

Kapolsek menambahkan walaupun wilayah Kabupaten Purbalingga masuk kategori PPKM Level 3 dan sudah ada kelonggaran terkait kegiatan masyarakat namun kita tetap melakukan langkah antisipasi. Khususnya pada kegiatan yang dihadiri banyak masyarakat melebihi ketentuan yang diperbolehkan. Ataupun ditemukan adanya pelanggaran protokol kesehatan dalam pelaksanaannya.

“Kami harap masyarakat tetap patuh terhadap protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Selain itu, tidak melakukan kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan melanggar prokes,” kata dia. (HS-08)

Share This

Eny Yaqut Ajak DWP UHN Ambil Peran Tangani Pandemi Covid-19

Datangi Ruang Publik, Satgas Covid 19 Grobogan Gelar Rapid Test Secara Acak