in

Tim PPID di Kecamatan dan Desa Diminta Selalu Update Informasi

Sekretaris Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karanganyar selaku Tim Utama PPID Kabupaten, Eny Fauziah, dalam monitoring dan evaluasi PPID, di aula Kecamatan Jaten, Selasa (8/6). (Foto : Karanganyarkab.go.id)

 

HALO KARANGANYAR – Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di tingkat kecamatan dan desa di Karanganyar, diminta selalu meng-update informasi agar diketahui publik, termasuk mengenai dinamika Covid-19 di wilayahnya.

Hal itu disampaikan Sekretaris Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karanganyar selaku Tim Utama PPID Kabupaten, Eny Fauziah, dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) PPID, di aula Kecamatan Jaten, Selasa (8/6). Kegiatan diikuti Tim PPID Pembantu Kecamatan dan Tim PPID Desa, meliputi Kecamatan Jaten, Tasikmadu, dan Mojogedang.

Dalam arahannya, Eny Fauziah mengatakan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) sudah diatur dalam Undang Undang Nomor 14 Tahun 2008. Karena itu tugas Pejabat PPID adalah menghimpun, mengelola dan menyampaikan informasi ke badan publik. Informasi juga perlu disampaikan, melalui website pemerintah, serta media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter. Juga melalui sistem Informasi Penampungan Aspirasi Masyarakat (Sapamas).

“Matur nuwun sekali dengan Rapat Koordinasi PPID kemarin menggabungkan tiga Kecamatan dalam satu lokasi dengan tujuan untuk efisiensi tenaga, waktu dan biaya,”tuturnya.

Di sampaikannya pula, kegiatan monev bukan untuk menggurui, tetapi untuk mengetahui implikasi Keterbukaan informasi di setiap kecamatan dan desa selalu update di websitenya masing masing, sehingga masyarakat bisa mengetahui. Adapun secara umum, Daftar Informasi Publik (DIP) meliputi informasi berkala, serta merta, setiap saat dan informasi yang dikecualikan.

“Ini adalah gambaran pekerjaan selaku tim PPID. Memang tugas ini bukanlah tugas ringan, karena kita harus update setiap saat seputar informasi baik aduan, berita berita terkait Covid-19 ke masyarakat,” terang Eny Fauziah dihadapan para peserta monev.

Ia menambahkan bahwa yang dikatakan Kabupaten informatif adalah bagaimana mengemas penyajian informasi publik dalam bentuk media sosial seperti ig, fb, twitter.

Pihaknya pun mewanti-wanti untuk berhati hati dan bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai menggunakan media sosial tetapi berakhir dengan hukum, jangan sampai menimbulkan masalah.

“Ibarat peribahasa mulutmu harimaumu tetapi era digital sekarang jempolmu harimaumu, hati hatilah bermedsos,” pesannya. (HS-08)

Share This

Hadapi Beragam Dampak Corona, Bupati Sukoharjo Ajak Gelorakan Gotong-royong

DPRD Dukung Pengembangan Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong