in ,

Tim Pengabdian Masyarakat Unnes Ajak PMI di Korea Selatan, Pahami Tentang Perlindungan Hukum Pekerja Migran

Kegiatan Tim Pengabdian Masyarakat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Semarang bersama dengan Pukyong Nasional University (PKNU) dalam bidang pengabdian kepada masyarakat bidang perlindungan hukum terhadap PMI di Korea Selatan di Masjid Hidayatullah Jangnim Busan, Korea Selatan pada Jumat, (10/5/ 2024).
ALO SEMARANG – Tim pengabdian masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Semarang bersama-sama dengan Pukyong National University (PKNU) telah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang perlindungan hukum terhadap PMI di Korea Selatan pada baru-baru ini.  Tim pelaksana diketuai oleh Prof. Dr. R. Benny Riyanto, S.H., M.Hum., CN, dan dua orang anggota Prof. Dr. Isti Hidayah, M.Pd dan Dr. Margunani, M.P, dengan melibatkan tiga orang mahasiswa.
Kegiatan bersama PMI berlangsung  di masjid Hidayatullah Jangnim Busan, Korea Selatan pada Jumat, (10/5/ 2024). Kegiatan dihadiri sebanyak 15 orang PMI dan pengurus Masjid.
Ketua tim pelaksana, Prof.R. Benny Riyanto menjelaskan, bahwa kegiatan ini sebagai implementasi program Pengabdian Masyarakat Kemitraan, dengan mitra Takmir Masjid Hidayatullah Jangnim Busan, Korea Selatan. Sebagai mitra kegiatan, Takmir Masjid Hidayatullah telah memfasilitasi terlaksananya kegiatan ini, sejak dari persiapan sebelum keberangkatan  hingga Tim Pelaksana di lokasi kegiatan, serta saat berlangsungnya kegiatan pengabdian masyarakat kemitraan ini.
“Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat kemitraan (PMK) ini untuk memberikan wawasan dan pemahaman serta perlindungan atas hak-hak terhadap para PMI di Korea Selatan, sehingga diharapkan dapat melindungi diri dan bahkan memiliki rasa peduli kepada PMI yang lain. Mengetahui dan memahami berbagai kondisi dan segala konsekuensinya, sehingga akan meminimalisir kesalahan karena ketidaktahuan, dan meningkatkan penguatan kepedulian terhadap keluarga dan sesama,”katanya, Rabu (15/5/2024).
Kegiatan ini, kata dia, dilaksanakan dengan prinsip pemberdayaan, kekeluargaan, dan kolaboratif partisipatif antara Tim pelaksana, mitra kegiatan (Takmir Masjid Hidayatullah), dan mitra sasaran (Pekerja Migran Indonesia di Korea Selatan). “Pengabdian masyarakat kemitraan melalui pendekatan tersebut memberikan hasil yang efisien dan efektif,”imbuhnya.
“Partisipasi dari mitra kegiatan yang dikoordinir oleh Haji Andi Kurniawan memberikan kontribusi yang luar biasa terhadap keberhasilan kegiatan ini. Tidak hanya memfasilitasi tempat, namun kondisi kekeluargaan serta manajemen pengelolan masjid yang sudah mapan. Juga memfasilitasi keberadaan para PMI di Korea Selatan menjadi bagian keluarga besar masjid Hidayatullah, mendukung keberhasilan kegiatan sesuai yang diharapkan, dan pada saatnya nanti PMI akan merasa aman dan nyaman,”paparnya.
Adapun materi diskusi yang dibahas dalam kegiatan tersebut yakni meliputi, tujuan Perlindungan Pekerja Migran, Jenis-jenis Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Jaminan Sosial PMI, Jaminan Ekonomi PMI, serta Tugas dan Tanggungjawab pihak terkait (Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kota/Kabupaten, serta Pemerintah Desa), dengan sumber utama adalah Undang-undang No. 18 Tahun 2017 dan alat bantu (media) bagi para PMI berupa Buku Saku Perlindungan PMI.
“Kami ucapkan terimakasih juga kepada pihak LPPM Universitas Negeri Semarang yang telah mendanai kegiatan ini, lalu Pukyong National University (PKNU) yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat kemitraan di Korea Selatan, tak lupa kepada Masjid Hidayatullah Jangnim Busan yang telah memfasilitasi dan membersamai PMI dan Tim pelaksana saat berada di sana,” pungkasnya. (HS-06)

Gandeng USM, KONI Kota Semarang Berikan Program Kewirausahaan bagi Atlet

Jadi Tuan Rumah Asian School Badminton Championship, Pj Gubernur Jateng: Siap Sambut Dengan Baik