Tilang Tak Bikin Jera, Muatan Truk Overload Dipindah

Kunjungan kerja jajaran Kementerian Perhubungan di Unit Pelayanan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Tanjung, Brebes. (Foto: Brebeskab.go.id)

 

HALO BREBES – Kementerian Perhubungan menargetkan pada 2023, tak ada lagi kendaraan angkutan barang yang kelebihan muatan atau overdimensionoverload (ODOL) masih beroprasi di jalan.

Kementerian Perhubungan saat ini juga sudah menerapkan skema baru penindakan, termasuk dengan memindahkan muatan ke kendaraan lain atau pemotongan bak kendaraan, agar sesuai peraturan.

Penegasan itu disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, dalam kunjungan kerja (kunker) di Unit Pelayanan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Tanjung, Brebes, Jumat (12/3).

Tim kunker yang kala itu dilakukan bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, mendapati adanya truk yang kelebihan muatan, sehingga langsung ditindak.

Lebih lanjut disampaikan, Kementerian Perhubungan terus berupaya memberantas truk overdimensionoverload.

Skema baru kini telah diterapkan yaitu dengan melakukan tranfer muatan, atau bahkan memotong kendaraan yang bermuatan melebihi 100 persen. Penindakan lebih tegas tersebut dilakukan, karena sanksi tilang dinilai tidak efektif.

“Kalau tadinya cuma pendekatan sanksi tilang dengan denda Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu kurang bisa memberikan efek jera. Tidak sebanding dengan akibat dari truk overdimensionoverload, yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas, terutama di jalan tol dan kerusakan jalan,” tuturnya.

Budi mengungkapkan, bahwa jalan rusak di beberapa tempat salah satu penyebabnya yaitu kendaraan truk overdimensionoverload. Begitu juga yang terjadi di jalan Prupuk sampai Pejagan.

“Untuk itu kami meninjau UPPKB Tanjung agar kendaraan yang melintas jalur pantura bisa dipantau dan ditindak. Ke depan kami akan kembali ke Brebes untuk meninjau jalan rusak baik jalan provinsi maupun nasional,” katanya.

Budi mengucapkan terima kasih sudah banyak kepala daerah termasuk gubernur mendukung langkah tersebut. Di beberapa daerah dirinya bersama kepala daerah memotong kendaran dan akan dinormalkan dimensinya sesuai dengan standar yang berlaku.

“Sesuai arahan Menteri Perhubungan untuk menyelesaikan blueprint sampai 2023 kendaraan ODOL akan dibersihkan. Saat ini, masih ada toleransi muatan 50 persen untuk komoditas logistik,” kata dia.

Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH menyambut baik sidak yang dilakukan Kemenhub. Karena kalau tidak ada sidak seperti ini kerusakan jalan di Brebes akan bertambah parah.

“Tindak lanjut truk overdimensionoverload sekarang tidak hanya sanksi tilang saja, kini langsung dilakukan pemindahan barang ke truk lain,” ucapnya.

Idza berharap, baik pengusaha maupun pengemudi truk dapat mengerti dan memahami tindakan itu. Jadi usia jalan akan lebih awet dan tidak memakan biaya banyak untuk perawatan jalan. Kata Idza, tidak hanya jalan nasional dan jalan provinsi yang rusak, jalan kabupaten juga banyak yang rusak akibat kelebihan muatan. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.