Tiga Tokoh Tionghoa Ambil Alih Kelenteng Tuban

Alim Sugiantoro/dok.

 

HALO SEMARANG – Konflik kepengurusan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD/Kelenteng) Kwan Sing Bio Tuban, Jatim, akhirnya menemui titik terang. Hal itu selepas adanya kesepakatan damai antara kubu Alim Sugiantoro dan Tiong Eng Bo (Mardjojo).

‘’Semoga ke depan tambah sukses dan maju,’’ ungkap Alim Sugiantoro, Ketua Penilik (Demisioner) Kelenteng Tuban, setelah penandatanganan kesepakatan damai.

Kesepakatan damai itu ditandai dengan penyerahan kekuasaan TITD Kwan Sing Bio kepada tiga tokoh Tionghoa, yakni Alim Markus (bos Maspion Group), Soedono Mergonoto (pemilik Kopi Kapal Api), dan Paulus Welly Afandi (pengusaha asal Surabaya).

Ketiga pengusaha nasional itu juga berjasa atas dibukanya gerbang pintu masuk kelenteng yang digembok selama tiga bulan sejak 28 Juli 2020. Kini, umat Tri Dharma sudah bisa melakukan ritual seperti biasa.

Menurut Alim yang juga tokoh Khonghucu Kelenteng Tuban, ketiga tokoh tersebut akan mengatur dan membenahi TITD Kwan Sing Bio agar tercipta kesejukan dan kedamaian yang membuat umat bisa sembahyang dengan nyaman.

‘’Ketiga tokoh ini siap menata kelenteng sampai pulih seutuhnya. Kelenteng Kwan Sing Bio diharapkan lebih maju secara nasional dan internasional,’’ jelas Alim.

Dia mengaku lega karena persoalan di internal kelenteng telah selesai dan bisa menciptakan kebaikan untuk semua pihak. Dia berharap ada perbaikan di semua sistem manajemen di kelenteng.

‘’Muaranya adalah untuk kesejahteraan umat dan peningkatan pelayanan bagi masyarakat yang ingin beribadah di Kelenteng Tuban,’’ tambahnya.

Setelah kesepakatan ini diharapkan tidak ada lagi kegaduhan di dalam. Semua harus kembali rukun dan bersatu untuk sama-sdama menjaga toleransi antarumat beragama di TITD Kwan Sing Bio.

‘’Keberadaan tiga tokoh ini nantinya bakal mengatur dan membenahi legalitas yang ada di kelenteng agar sesuai dengan aturan pemerintah,’’ tegas Alim.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.