in

Tiga Pelaku Spesialis Pencurian Brankas Minimarket Ditangkap Polisi

Direktur Reserse Kriminalisasi Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro menunjukan barang bukti kejahatan para pelaku spesialis pembobolan brankas di 13 tempat kejadian perkara wilayah hukum Jawa Tengah dengan total kerugian Rp 612,6 juta.

 

HALO SEMARANG – Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng menangkap tiga pelaku spesialis pembobolan brankas di 13 tempat kejadian perkara (TKP) wilayah hukum Jawa Tengah dengan total kerugian Rp 612,6 juta.

Direktur Reserse Kriminalisasi Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro mengungkapkan, ketiga pelaku tersebut berinisal HS dan SD yang merupakan warga Magelang dan BS warga Batang.

“Satu lagi masih dalam daftar pencarian orang, berinisial S,” ujarnya saat rilis kasus di Mapolda Jateng, Jumat (24/9/2021).

Diketahui, HS berperan sebagai driver serta membantu mengangkat brankas ke dalam mobil dan menjual barang hasil kejahatan. Lalu SD, berperan sebagai merusak gembok, merusak pintu dengan linggis lalu mengambil barang-barang dan brangkas.

Sementara BS berperan sebagai otak yang merencanakan perbuatan dan menyiapkan alatserta plat nomor palsu R-8490-TH, dan juga mencongkel
brankas lalu menjual barang hasil kejahatan.

Djuhandani menerangkan, pengungkapan kasus ini bermula ketika adanya pelaporan pembobolan berangkas yang terjadi di Alfamart Jalan DI Panjaitan RT5 RW2, Kelurahan Purwokerto Kidul, Kecamatan
Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas pada 18 Agustus 2021 sekira pukul 05.00 WIB lalu.

“Dari pengembangan perkara ini telah mengungkap dan dikembangkan menjadi 13 TKP yaitu terdiri dari 3 TKP di Banyumas, 1 TKP di Kabupaten Semarang, 3 TKP di Purbalingga, 2 TKP di Banjarnegara, 2 TKP di Kendal kemudian 2 TKP di Indramayu,” bebernya.

Ia mengatakan, para pelaku ini merupakan spesialis membongkar toko-toko minimarket dan toko kelontong di mana mereka mengambil brankasnya kemudian membongkarnya.

“Kemudian dari pelaku-pelaku ini, saat penangkapan kita berikan tindakan tegas terukur sehubungan dengan hal-hal yang harus kita laksanakan,” tuturnya.

Dia menjelaskan, motif pelaku dalam melakukan aksinya karena permasalahan ekonomi. Sementara modus pelaku sebelum melakukan aksinya yaitu mengamati toko-toko kelontong atau minimarket. Kemudian, aksinya dilakukan pada tengah malam ketika keadaan lokasi sasarannya sudah sepi.

“Sasarannya dilakukan antara jam 2 pagi dengan sasaran Alfamart Indomart atau toko-toko kelontong lainnya,” paparnya.

“Brankas diambil, dibongkar di rumah kemudian dibuang. Kebetulan brankas ditemukan di Batang yang saat itu di dalam brankas isinya Rp 35 juta saat TKP Purwokerto. Bongkarnya di rumah tersangka daerah Batang dengan cara dicongkel pakai linggis,” tambahnya.

Sementara itu, BS otak dari aksi para pelaku mengaku aksinya itu sudah mereka lakukan sejak awal tahun 2021. BS juga mengaku butuh setengah hari untuk melakukan aksinya tersebut.

“Setengah hari, melakukannya pada malam hari mulai dari mantau dulu. Sasarannya tempat yang digembok. Karena kalo digembok berarti tidak ada orangnya dan tidak ada jaga,” imbuhnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya para pelaku dapat dijerat dengan pasal 363 KUHPidana tentang pencurian pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Sementata untuk pelaku yang masih DPO, Polda Jateng menegaskan akan terus melakukan pencarian agar kasus ini segera terungkap dengan jelas.(HS)

Share This

Ganjar dan Airlangga Pimpin Tradisi Grebeg Apem Yaqowiyyu Kiai Ageng Gribig

Kubu KLB Deemokrat Mencabut Gugatan Ke PTUN, Begini Tanggapan Pengurus Demokrat