in

Tiga Orang Ditetapkan Tersangka Dalam Kasus Tawuran Antar-Pelajar Di Semarang

Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus aksi tawuran yang terjadi di Taman Indonesia Kaya Jalan Menteri Supeno atau depan SMAN 1 Searang pada Kamis (2/9/2021) lalu.

 

HALO SEMARANG – Polrestabes Semarang menetapkan tiga orang tersangka dalam aksi tawuran yang terjadi di Taman Indonesia Kaya, Jalan Menteri Supeno atau depan SMAN 1 Semarang pada Kamis (2/9/2021) lalu.

Tawuran itu melibatkan siswa dari dua SMK negeri asal Semarang. Tiga pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka adalah ABA (18) pelajar kelas 3 SMK, SH (18), dan ASM (20).

Satu inisial yang disebut terakhir bukan pelajar, namun alumni salah satu sekolah yang terlibat tawuran.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar menjelaskan, tawuran tersebut diduga ditumpangi oleh para senior-senior siswa yang sebenarnya telah lulus dari sekolah. Akibat peristiwa tersebut satu siswa berinisial AN warga Banyumanik mengalami luka parah akibat terkena sabetan celurit di tangannya.

“Tangannya sebelah kiri tersebut hampir putus akibat terkena sabetan senjata tajam,” ujarnya Selasa (7/9/2021).

Irwan menambahkan, korban dibacok oleh tersangka A yang merupakan alumni SMKN 4. Pada tawuran tersebut tersangka berperan membantu adik kelasnya.

“Tersangka ini yang menebas tangan korban hingga nyaris putus. Korban sendiri merupakan salah satu siswa yang ikut penyerangan ke SMKN 4,” katanya.

Sementara itu, tersangka AB, dan SH diketahui tertangkap polisi saat kejadian tawuran sedang berlangsung.

“Ketiga pelaku sudah dianggap dewasa. Maka akan diproses melalui peradilan umum,” tuturnya.

Ia menerangkan, akibat perbuatannya, para pelaku dapat dijerat dengan pasal 351 KUHPidana dengan ancaman hukuman lebih 5 tahun penjara. “Karena korbannya luka berat, tersangka akan dijerat pasal 170 KUHP,” bebernya.

Kepada polisi, tersangka A mengaku mengikuti tawuran lantaran diajak temannya ketika dirinya sedang libur bekerja. “Saya diajak teman saya, dan dijemput di rumah,” katanya.

Tersangka lain, SH yang merupakan siswa SMKN 3, mengaku tawuran tersebut berawal adanya tantangan perkelahian dari SMKN 4, dan kemudian disebarkan di grup WhatsApp teman-temanya sekolah.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengimbau agar pemuda di Kota Semarang tidak mencontoh pelaku tawuran.

“Untuk jadi ngetop tidak perlu seperti ini. Ngetop untuk anak muda harus berprestasi,” ujar pria yang akrab disapa Hendi ini.

Ia mengatakan, para pelaku tawuran tersebut hanya ingin mencari jati diri, namun dilakukan dengan cara yang salah.

“Lihat teman-temanmu ini. Mereka ingin ngetop tapi salah jalan. Bukannya terkenal tapi berurusan dengan polisi,” imbuhnya.(HS)

Share This

TNI dan IDI Kolaborasi Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19

176 Murid SMP NU 11 Sukorejo Kendal Divaksin Di Sekolah