Tiga Klub Ini Tak Setuju Kompetisi Liga 1 Dilanjutkan

Foto ilustrasi: Bek PSIS, Rio Saputro berduel dengan pemain Persela di laga Liga 1 2019.

 

HALO SEMARANG – Belum semua klub Liga 1 2020 setuju kompetisi kembali dilanjutkan.

Setidaknya ada tiga klub yang memiliki alasan sama, yakni pandemi Covid-19 di Indonesia masih belum melandai.

Ketiganya adalah Barito Putera, Persebaya Surabaya, dan Persik Kediri. Tiga klub tersebut secara tegas telah menolak jika kompetisi Liga 1 2020 dilanjutkan di tengah pandemi corona.

Alasannya tentu membahayakan bagi tim dan suporter.

Padahal, PSSI sebelumnya telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) bernomor SKEP/53VI/2020 untuk menggulirkan kembali kompetisi pada Oktober mendatang.

Tak hanya Liga 1, PSSI juga memastikan Liga 2 dan Liga 3 akan bergulir serentak di bulan yang sama.

Dalam SK tersebut PSSI meminta klub untuk melakukan revisi kesepakatan kontrak kerja yang telah disepakati dan ditandatangani sebelumnya.

PSSI juga sudah menambahkan dana subsidi setiap bulan ke klub menjadi Rp 800 juta.

Sebelum pandemi Covid-19, klub hanya mendapatkan dana sebesar Rp 520 juta.

CEO Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman mengatakan, pihaknya tidak setuju Liga 1 2020 dilanjutkan kembali.

Alasan Hasnuryadi karena virus corona yang belum menunjukan penurunan di Indonesia.

Menurut Hasnuryadi, setiap harinya ada banyak kasus positif Covid-19 yang terjadi di Tanah Air.

Setidaknya sampai 1 Juli 2020, ada 57.770 orang positif, 25.595 dinyatakan sembuh, dan 2.934 meninggal dunia.

Barito Putera merasakan dampak Covid-19 di Indonesia. Salah satu asisten pelatih Barito Putera, Yunan Helmi, sempat dinyatakan positif Covid-19 dan harus dirawat selama satu bulan.

“Kami merasakan betapa sulit dan sakitnya anggota keluarga kami saat harus melawan pandemi ini,” kata Hasnuryadi.

“Prinsip kami mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena risiko cukup besar, kami memilih untuk bersikap hati-hati demi keselamatan ke depan,” kata Hasnuryadi.

Sama dengan Barito Putera, Persebaya Surabaya juga tidak setuju Liga 1 2020 dilanjutkan.

Presiden Persebaya, Azrul Ananda menghormati keputusan PSSI terkait kelanjutan Liga 1 2020.

Menurut Azrul, di tengah situasi Covid-19 sekarang ini, Bajul Ijo mau tidak mau menyatakan sikap tidak setuju untuk dilanjutkan.

Alasan utamanya karena PSSI belum memberikan panduan teknis yang jelas dan detail pada klub apabila kompetisi dilanjutkan.

Padahal itu sangat diperlukan untuk memberikan kepastian kepada semua stakeholder sepak bola.

Keputusan untuk melanjutkan Liga 1 di tengah situasi yang serba tidak pasti, justru akan menambah risiko dan beban bagi klub.

“Saat ini, energi pemerintah dan seluruh elemen bangsa fokus pada melawan pandemi Covid-19. Belum ada tanda-tanda pandemi ini kapan akan berakhir,” kata Azrul Ananda.

“Terlebih situasi di Surabaya, jumlah pertambahan pasien dan kematian tertinggi di Indonesia. Hal yang sama juga terjadi di kawasan Surabaya Raya (Sidoarjo dan Gresik). Dalam situasi ini, sangat berisiko ada aktivitas sepak bola di semua tingkatan,” tutup Azrul Ananda.

Persik Kediri juga memiliki sikap yang sama dengan Persebaya Surabaya dan Barito Putera.

Presiden Persik Kediri, Abdul Hakim Bafaqih, mengatakan, keputusan melanjutkan Liga 1 di tengah pandemi Covid-19 sangat beresiko.

Menurutnya, penghentian Liga 1 2020 adalah keputusan yang terbaik.

Hal tersebut karena kurva pasien positif Covid-19 di Indonesia terus meningkat setiap harinya.

Abdul Hakim Bafaqih tidak menutup mata atas kerja keras yang sudah diupayakan PSSI agar Liga 1 musim ini dilanjutkan.

Oleh karena itu, dia berharap PSSI bisa benar-benar menerapkan protokol kesehatan dalam lanjutan Liga 1 2020.

“Kompetisi di tengah pandemi sangat berisiko. Apalagi pandemi Covid-19 di Indonesia belum tampak melandai. Jangkan melandai, titik puncaknya saja belum selesai,” kata Abdul Hakim Bafaqih.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.