in

Tiga Kecamatan di Blora Sudah Zona Hijau

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Edy Widayat SPd MKes MH (Foto : Blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Tiga Kecamatan di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah masuk zona hijau atau tidak ada yang positif Covid-19. Ketiganya adalah Kecamatan Kunduran, Kradenan dan Bogorejo. Namun begitu warga tetap diminta taat pada protokol kesehatan, agar tidak ada lagi kasus baru penyakit tersebut.

Selain tiga wilayah itu, ada satu kecamatan, yakni Randublatung yang masuk zona orange (risiko sedang). Adapun 12 kecamatan lainnya, masuk zona kuning (risiko rendah).

Wilayah yang masuk zona kuning, adalah Kecamatan Todanan, Japah, Ngawen, Banjarejo, Tunjungan, Jati, Blora, Jepon, Kedungtuban, Cepu, Sambong dan Jiken.

Kadinkes Blora, Edi Widayat mengatakan data tersebut berdasarkan peta zonasi persebaran Covid-19 per kecamatan, yang diupdate, Sabtu (9/10/).

Sementara untuk peta periode 26 September 2021 hingga 2 Oktober 2021 tingkat Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Blora masih masuk zona kuning (risiko rendah).

Meski demikian dia mengimbau semua warga, supaya tetap mamatuhi protokol kesehatan, agar tidak ada lagi yang terpapar Covid-19, termasuk varian baru.

Berdasarkan monitoring data Covid-19, Sabtu (9/10), kasus positif Covid-19 sebanyak 13.218. Kasus Covid-19 sembuh 12.212. Kemudian, Covid-19 positif (asal Blora) dirawat di Rumah Sakit 1 orang, sedangkan isolasi mandiri 10 orang.

Sementara itu, sepanjang pandemi Covid-19 hingga kini orang yang meninggal dunia sebanyak 995 orang. Pemeriksaan swab sebanyak 58.052 orang.

“Jangan abaikan prokes, tetap 5M. Bagi yang belum mengikuti vaksinasi segera saja,” kata Edi Widayat, seperti dirilis Blorakab.go.id.

Berkaitan dengan vaksinasi, pihaknya mengajak kepada para remaja dan anak-anak, supaya tidak takut divaksin. Termasuk ibu hamil dan lansia, diharapkan tidak ragu divaksin.

Seperti diketahui, pemerintah mengumumkan perpanjangan PPKM Darurat dari 5 Oktober hingga 18 Oktober 2021.

Kemendagri pun mengeluarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No 47 tahun 2021 tentang PPKM Level 4 hingga 1.

Berdasarkan Imendagri tersebut Kabupaten Blora statusnya kembali naik dari level 2 menjadi level 3. Keadaan itu menimbulkan bahan perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat.

Menurut Edi Widayat, parameter penentuan level dalam PPKM saat ini. berbeda dari ketentuan sebelumnya. Kalau dulu orientasi masih berkaitan dengan ketentuan yang dipersyaratkan oleh World Health Organanization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia, yang menyangkut 6 kreteria meliputi testing, tracing, treatmen, kasus terpapar Covid-19, rawat inap dan kematian.

Kalau mengacu dengan Kriteria WHO, maka Kabupaten Blora saat ini bisa masuk level satu.

“Namun karena saat ini yang dijadikan salah satu kriteria adalah pencapaian target vaksinasi maka kabupaten Blora terjadi kenaikan level dari 2 ke level 3,” jelasnya.

Seperti dalam ketentuan, daerah yang masuk level 2 PPKM syaratnya vaksinasi per hari harus mencapai 11.000 dosis.

Sementara di Blora hanya mampu sekitar 6.000 dosis vaksin karena disesuaikan dengan ketersedian vaksin yang ada di Kabupaten Blora.

Berdasarkan update vaksin Covid-19, Jumat, 8 Oktober 2021, sasaran vaksinasi terdiri remaja, umum, tenaga kesehatan, publik, lanjut usia dan ibu hamil, total 715.441.

Dari sasaran itu, total vaksinasi dosis 1 sebanyak 253.483 (35,3%), dosis 2 sebanyak 129.456 (18, 1%,) dan dosis 3 sebanyak 3.020 (82,4%). (HS-08).

Share This

Satu Peserta Akan Mengikuti Tes SKD dari Thailand

Wabup Optimistis PBSI Blora Mampu Cetak Atlet Bulu Tangkis Berprestasi