in

Tiga Film Indonesia Tayang Perdana Di Bucheon International Fantastic Film Festival 2021

Sumber : Kemlu.go.id

 

HALO SEMARANG – Tiga film Indonesia, sukses tayang perdana di Bucheon International Fantastic Film Festival di Korea Selatan. Penayangan ini sekaligus menunjukkan bahwa roda industri kreatif subsektor perfilman, tetap berputar di masa new normal, di mana sineas Tanah Air tetap aktif menghasilkan film terbaik.

Tiga film asal Indonesia yang ditayangkan adalah Paranoia karya Riri Riza, Nussa The Movie karya Bonny Wirasmono, dan Death Knot (Tali Mati) karya Cornelio Sunny.

Nussa merupakan film animasi bernuansa Islami. Sementara Paranoia bergenre thriller dan Simpul Mati bergenre horor.

“Suatu kehormatan untuk film Paranoia dapat ditayangkan perdana di Bifan. Film paranoia dibuat di masa pandemi untuk mencerminkan bahwa selalu ada secercah harapan di tengah kekuatiran masyarakat,” tegas Riri Riza dalam pesan singkat yang ditayangkan secara daring, saat World Premiere film Paranoia di The Bucheon International Fantastic Film Festival (BiFan), seperti dirilis laman resmi Kementerian Luar Negeri RI.

Pada tayangan perdana setiap film, tiga sutradara Indonesia menyampaikan pesan singkat secara virtual untuk menyambut audiens. Masyarakat Korea Selatan pada umumnya antusias menyambut festival film meskipun di tengah pandemi. Pemutaran film secara luring dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai peraturan pemerintah Metropolitan Seoul dan kota sekitarnya.

Kini menginjak tahun ke-25, Bifan merupakan salah satu festival film internasional di Korsel yang sangat dihargai. Bertema “Stay Strange”, Bifan secara khusus ingin menayangkan film dengan genre non konvensional, karya sineas yang tidak termasuk aliran mainstream.

Pada tahun 2021 Bifan menayangkan 257 film dari 47 negara, termasuk Indonesia. Dari 257 film hanya 23 feature film yang mendapatkan kehormatan untuk dirilis perdana di Bifan, termasuk tiga film dari Indonesia. Selama lebih dari 11 hari film ditayangkan secara luring di bioskop CGV Sopung dan balai kota Bucheon serta daring melalui media https://www.wavve.com/.

KBRI Seoul turut mendukung serta memfasilitasi pelaku industri kreatif termasuk subsektor film animasi dan video untuk mengedepankan karya mereka guna menembus pasar Korsel yang potensial. (HS-08)

Share This

Masyarakat Diminta Salat Idul Adha 1442 H di Rumah, Dilarang Takbir Keliling, Penyembelihan Hewan Kurban di RPH

KJRI Johor Bahru Bantu Pemulangan 18 WNI Rentan, Sakit, dan Anak-anak ke Indonesia