in

Tidak Diberlakukan Tes PCR, Penumpang Pelabuhan Kendal Kembali Ramai

Aktivitas di Pelabuhan Kendal, Sabtu (12/6/2021).

 

HALO KENDAL – Penumpang Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Kalibodri rute Kendal-Kumai (Kalimantan Tengah) mulai awal Juni ini ramai kembali. Hal ini lantaran sudah ada kelonggaran dengan tidak diberlakukan lagi tes PCR yang biayanya cukup tinggi.

Kini telah ada kelonggaran yang dibuat oleh Gubernur Kalimantan Tengah, melalui Surat Edaran (SE) nomor 443.1/69/satgas covid 19/VI/2021, tertanggal 2 Juni 2021 tentang syarat tes PCR bagi penumpang umum ditiadakan.

Kepala UPTD Pelabuhan Kendal, Andi Rahmat mengakui, ada lonjakan penumpang setelah tidak diberlakukan lagi wajib tes PCR di pelabuhan.

“Pekan lalu, penumpang 337 orang dan kali ini 332 orang,” ujarnya kepada halosemarang.id, Sabtu (12/6/2021).

Jumlah tersebut, lanjut Andi, naik dibanding saat pemberlakukan PCR, hanya 10-30 orang penumpang saja.

“Tren penumpang KMP Kalibodri memang melonjak selama dua kali pemberangkatan ini,” jelasnya.

Meski ada kelonggaran, pihaknya melakukan pengawasan protokol kesehatan secara ketat.

Termasuk selama perjalanan yang memakan waktu lebih kurang dua hari untuk sampai Pelabuhan Kumai, penumpang diimbau untuk menjaga jarak.

“Rapid test antigen masih tetap diberlakukan, minimal sehari sebelum pemberangkatan kapal, karena untuk memastikan penumpang dalam kondisi sehat dan tidak terinfeksi Covid-19,” tegasnya.

Andi mengungkapkan, pihaknya menyambut baik dengan ditiadakannya persyaratan wajib tes PCR.

Menurutnya, selama ini penumpang minim lantaran biaya tes PCR dinilai masih terlalu mahal bagi penumpang.

“Sedangkan jika Rapid Antigen masih dianggap terjangkau oleh penumpang. Penumpang merasa terbebani tes PCR, karena biayanya lebih tinggi daripada harga tiket kapal,” imbuhnya.

Sementara itu, Warimah (28), warga Banjarnegara, mengaku memanfaatkan adanya kelonggaran ini.

“Saya bersama rombongan sebanyak sembilan orang terdiri dari tiga keluarga akan menuju Seruyan, Kalteng untuk menjenguk orang tua,” kata Warimah.

Ia pun mengungkapkan, jika menggunakan travel, dengan biaya Rp 1 juta per orang, bisa sampai ke tempat tujuan.

“Sebelumnya untuk bisa mudik, kami masih dibebani biaya Tes PCR yang biayanya sepadan dengan travel. Kalau pake travel, bayar Rp 1 juta, tapi diantar sampai depan rumah,” ungkap Warimah.

Hal senada diakui Wilyanti (22), warga Banjarnegara. Ia bersama suami dan anaknya juga akan ke Seruyan untuk mudik ke rumah orang tuanya.

Meski tidak ada PCR, tapi ia mengaku masih harus swab antigen dengan biaya sendiri sebesar Rp 200 ribu per orang.

“Kalau tes swab antigen ndak masalah, ini juga demi kesehatan para penumpang, sehingga tidak ada yang membawa Covid-19,” tukasnya.(HS)

Share This

Juknis PPDB Kabupaten Purbalingga Belum Terbit, Ombudsman Jateng Cek Kendala

Pembangunan SMA Negeri Pertama di Tawangmangu Dimulai