in

“The Architecture of Love” Hadir 30 April di Bioskop, Kisahkan Perjuangan Melawan Trauma Masa Lalu

Pemeran film "The Architecture of Love" saat jumpa pers di Hotel Rooms Inc Semarang, Sabtu (27/4/2024).

HALO SEMARANG – Film romantis adaptasi novel best seller karya Ika Natassa berjudul “The Architecture of Love” siap tayang di bioskop pada 30 April 2024. Film ini berkisah perjuangan dua orang yang melawan trauma masa lalunya.

The Architecture of Love bercerita tentang perjalanan ‘menyembuhkan luka hati’ seorang penulis bernama Raia yang diperankan oleh Putri Marino dan seorang arsitek bernama River yang diperankan oleh Nicholas Saputra.

Aktor 40 tahun itu merasa sangat senang bisa bermain sebagai River Jusuf. Dia juga bersyukur bertemu dengan rekan main yang berbakat dan mendukung satu sama lain.

“Saya merasa beruntung di film ini banyak bertemu dengan pemain yang luar biasa, bagus dan komitmennya tinggi dan sangat berbakat,” kata Nicholas Saputra usai melakukan pers conference di Hotel Rooms Inc Semarang, Sabtu (27/4/2024).

Putri Marino lalu mengungkap bahwa dia sangat senang akhirnya dipertemukan dengan Nicholas Saputra dalam proyek yang sama. Pasalnya, sudah sejak lama istri aktor Chicco Jerikho mengagumi akting sang lawan main.

“Pertama, aku senang dan bangga sekali bisa bermain bersama Mas Nicho, salah satu impian aku karena aku memang kagum sekali dengan karya-karyanya Mas Nicho, akhirnya dipertemukan di sini,” kata Putri Marino.

Kedua pemeran utama itu juga sempat membeberkan cara mereka membangun chemistry. Kata Putri Marino, dia dan Nicholas Saputra bisa klik karena banyak berdiskusi.

Sementara itu, penulis Ika Natassa, yang terlibat sejak awal pengembangan cerita hingga akhir produksi film, mengatakan tidak sabar ingin memperlihatkan Film The Architecture of Love untuk penonton Indonesia. Para pemeran di film ini juga merupakan jajaran pemeran yang diidamkannya.

“Film ini benar-benar melampaui ekspektasi saya. Duet Nicholas Saputra dan Putri Marino di sini benar-benar magis! Selesai diaduk-aduk selama mengikuti jalinan ceritanya lewat adegan demi adegan, timbul rasa hangat dan rindu di hati untuk cepat-cepat menonton lagi, itu yang saya rasakan. Ibarat jatuh cinta, film ini bikin kangen dan candu,” imbuh Ika Natassa.(HS)

Polres Garut Lakukan Patroli Mitigasi Bencana Paska Gempa

Persiapan Pilgub Jateng, Partai Gerindra-Demokrat Sepakat Koalisi