in

Terungkap, Pria 17 Tahun Jadi Penyebab Kematian Wanita Di Kamar Kos Semarang

Pelaku pembunuhan Raras Kurnia Dewi warga Kabupaten Kebumen yang meninggal dunia di sebuah kamar kos di Semarang dihadirkan dalam jumpa pers di Polrestabes Semarang, Jumat (6/8/2021).

 

HALO SEMARANG –¬†Satreskrim Polrestabes Semarang mengungkap penyebab meninggalnya seorang perempuan yang terjadi di ruangan kamar kos D’Paragon No.36 Jalan Jogja, Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, pada Senin, (5/7/2021) lalu.

Korban diketahui bernama Raras Kurnia Dewi warga Kabupaten Kebumen, yang meninggal dunia lantaran dicekik oleh pria yang ia kenal lewat sosial media.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar mengungkapkan, pelaku berinsial GDME (17) warga Tuksari, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung.

“Setelah melakukan kejahatan, korban ditinggal di dalam kamar kemudian kamarnya dikunci dari luar dan kuncinya dibuang,” kata Irwan saat rilis kasus di Mapolrestabes Semarang, Jumat (6/8/2021).

Irwan menjelaskan, kejahatan bermula ketika pelaku berkenalan dengan wanita berumur 29 tahun tersebut lewat sosial media. Setelah berkenalan, pelaku mengajak janjian kepada korban untuk melakukan pertemuan.

Setelah bertemu, mereka berdua melakukan hubungan intim di tempat lokasi kejadian. Kemudian, mereka terlibat cekcok yang mengakibatkan pelaku emosi kemudian membunuh korban dengan cara mencekik kemudian muka korban ditutup bantal.

“Setelah diajak berkenalan, berkencan, kemudian dicekik dari belakang kemudian diterlentangkan ditutup bantal, barang berharganya diambil dan ditinggal pergi,” bebernya.

Ternyata, lanjut Irwan, satu hari sebelum melakukan pembunuhan terhadap Raras. Pelaku juga telah melakukan aksinya dengan modus yang sama di daerah Wonosobo, hanya saja korban saat itu tidak meninggal dunia dan masih hidup sampai sekarang.

“Modus kejahatan mengajak orang kenalan lewat media sosial kemudian mengajak bertemu lalu diakhiri dengan melakukan pembunuhan dan mengambil property milik korban,” tuturnya.

“Korban (Raras) meninggal pada tanggal 2 Juli. Satu hari sebelumnya tanggal 1 Juli perlakuan yang sama dilakukan tersangka di Wonosobo hanya saja korbannya tidak meninggal,” ucapnya.

Pelaku berhasil ditangkap oleh Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang setelah melakukan serangkaian penyelidikan. Kemudian mendapatkan informasi bahwa pelaku berada di
wilayah Wonosobo.

Kemudian Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang pada Kamis tanggal 5 Agustus 2021 pukul 07.30 WIB berhasil mengamankan tersangka di wilayah Wonosobo.

Selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan, guna dilakukan penyidikan lebih lanjut. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dapat dijerat dengan Pasal 338 KUHPidana ancaman hukuman 15 tahun penjara dan Pasal 365 ayat (3) KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Perlu diketahui Raras ditemukan meninggal dunia dengan mengenakan baju hitam dan celana jeans di kamar kosnya D’Paragon No.36 Jalan Jogja, Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan. Saat ditemukan kondisi tubuh korban sudah membusuk serta memprihatinkan.

Sebagian tubuhnya juga sudah berwarna hitam pekat. Terutama bagian wajah dan dua lengan tangan. Sedangkan matanya melotot dan tidak normal serta lidahnya menjulur keluar.

Korban diketahui pertama pertama kali oleh penjaga bangunan saat hendak melakukan pengecekan barang inventaris yang ada di tiap kamar.

Ketika mengetuk pintu kamar nomor 36, sampai tiga kali tidak adanya respon dari penghuni dalam kamar. Kemudian dia berinisiatif membuka pintu kamar dengan menggunakan kunci ganda, dan ditemukanlah mayat korban.(HS)

Share This

Bhayangkari Limpung Beri Tali Asih pada Istri Anggota Polri yang Jadi Vaksinator

Vaksinasi Jateng Baru Capai 18 Persen, Ganjar Berharap Menkes Lakukan Akselerasi