in

Terungkap! Ini Penyebab Meninggalnya Pemandu Karaoke di Kamar Kos Di Pusponjolo

Pelaku dan barang bukti berhasil diamankan di Mapolrestabes Semarang, Rabu (12/4/2021).

 

HALO SEMARANG – Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang berhasil mengungkap penyebab meninggalnya seorang pemandu karaoke bernama Alip Surani alias Ratna (31), yang jasadnya terbakar di kamar kos di Jalan Pusponjolo Selatan RT 6 RW 3, Bojongsalaman, Semarang Barat, Jumat (7/5/2021) dini hari.

Bukan karena kebakaran penyebab hilangnya nyawa korban, melainkan dibunuh dengan cara dijerat lehernya menggunakan kabel charge handphone oleh seorang laki-laki bernama Daffa Dhiyaulhaq Kurniawan (23) warga Rejomulyo, Semarang Timur.

Sebelum melakukan aksinya Daffa telah mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan juga melakukan hubungan intim dengan korban.

“Setelah melakukan kejahatan, pelaku berupaya untuk menghilangkan jejak dengan melakukan upaya membakar menggunakan putung rokok terhadap tempat kejadian perkara (TKP) maupun korban,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Indra Mardiana saat rilis kasus di Mapolrestabes Semarang, Rabu (12/4/2021).

“Namun upaya tersebut tidak sempurna, sehingga kebakaran yang terjadi hanya sisi paling bawah pada tempat tidur saat korban ditemukan,” tambahnya.
Sebelum melarikan diri dan meninggalkan jejak, tersangka juga mengambil harta milik korban di antaranya, uang tunai senilai Rp 500 ribu dan satu unit handphone merk OPPO.

Irwan menambahkan, dalam melakukan aksinya Daffa ditemani satu kawannya yang bernama Ibnu Setiawan (19) warga Rejomulyo, Semarang Timur. Ibnu Setiawan berperan mengawasi keadaan luar sekitar tempat kejadian pembunuhan.

“Setelah melakukan aksinya kemudian Daffa mengunci pintu dan dijemput oleh Ibnu. Peran Ibnu juga menjual hasil rampasan. Jadi Ibnu tahu kalau handphone yang dijual adalah hasil rampasan dan dia juga tahu kalau Daffa juga telah berupaya menghilangkan jejak kasus pembunuhan ini,” paparnya.

Usai melakukan aksinya, kedua pelaku sempat melarikan diri ke Grobogan untuk bersembunyi dari kejaran polisi menggunakan motor Honda Vario bernomor polisi H-6270-WF.

“Para pelaku ditangkap di Kosan Jl Cikrapyak, Tlogosari Kulon, Pedurungan pada Selasa, (11/5/2021) pukul 11.15. Kedua pelaku ditembak kakinya lantaran hendak kabur saat akan dilakukan pengembangan,” bebernya.

Saat penangkapan, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti lain, yaitu dua handphone milik pelaku, satu unit motor dan 150 pil koplo yang ditemukan di kamar kos pelaku.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, para pelaku dijerat dengan Pasal 340 atau 338 atau atau 365 KUHPidana tentang pembunuhan berencana disertai hilangnya harta milik korban dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup.(HS)

Share This

Jalani Internal Game Terakhir Sebelum Berangkat ke UEA

Pembuat Selongsong Ketupat di Weleri Panen Jelang Lebaran Ditengah Pandemi