in

Terulang Upaya Penyelundupan Sabu-Sabu ke Dalam Rutan, Ini Yang Akan Dilakukan Pihak Lapas

Barang bukti paket narkotika jenis sabu-sabu yang sudah diamankan.

 

HALO SEMARANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang kembali mengagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu ke dalam rutan (rumah tahanan), Sabtu (2/9/2021).

Penggagalan itu, bermula ketika petugas bernama Djoko Umbaryanto sedang patroli rutin di area branggang di mana lokasi tersebut merupakan sekat dengan tembok terluar.

Saat di lokasi, ia menemukan bungkusan mencurigakan yang dibalut dengan masker berwarna putih.

Kemudian penemuan itu langsung ia laporkan ke Kepala KPLP (Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan) dan Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) untuk dilakukan pemeriksaan.

“Diduga itu adalah narkotika yang akan diselundupkan dengan modus melempar dari luar tembok, namun upaya tersebut gagal tidak sampai ke dalam blok hunian,” ujarnya.

Sementara itu, Kalapas Semarang, Supriyanto menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan, bungkusan itu ternyata adalah paket narkotika jenis sabu-sabu.

“Setelah dibuka bungkusan itu berisi sabu-sabu seberat 4,3 gram dalam 5 paket klip kecil,” jelasnya.

“Selanjutnya paket tersebut sudah kami serahkan kepada Polrestabes Semarang dan Polsek Ngaliyan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” bebernya.

Dia mengakui bahwa memang akhir-akhir ini sering terjadi upaya penyelundupan obat-obatan terlarang dengan modus melalui lemparan tembok.

Dia menduga modus melempar dari luar tembok digunakan karena upaya penyelundupan melalui pengiriman barang dan makanan lewat pintu lapas sangat ketat, sehingga cara-cara lain dilakukan oleh pelaku untuk dapat memasukkan obat-obatan terlarang ke Lapas.

Dia menegaskan, pihaknya telah berupaya melakukan pengamanan dengan memasang tembok pagar tambahan yang saat ini sudah dimulai dari samping utara Lapas, yang bersampingan langsung dengan jalan raya.

“Ke depan akan ditambah lagi tembok pagar tambahan di belakang lapas yang berbatasan dengan perkampungan warga sekitar,” tuturnya.

Hal tersebut, kata dia, dilakukan agar jika ada kejadian serupa, barang tersebut tidak akan sampai karena jarak yang terlalu jauh saat menunju blok rutan.

Selanjutnya, Lapas Semarang juga akan rutin melakukan razia seminggu sekali maupun razia secara insidentil.

Dia juga menegaskan, pihaknya akan lebih memperketat pengamanan dan pengawasan di luar tembok dengan menambah CCTV dan menambah personel dari petugas staf untuk piket kontrol di Lapas.

Senada, Kasubdit 2 Unit 3 Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang, Edi Pratomo menerangkan, bahwa pihaknya akan menurunkan personel untuk dapat membantu pengawasan di Lapas.

Hal itu dilakukan untuk mencegah aksi kejahatan yang akhir-akhir ini sering meneror Lapas Semarang.

“Ke depan akan kami kerahkan personel agar bisa membantu petugas Lapas untuk kontrol patroli mengelilingi area pagar tembok Lapas,” imbuhnya.(HS)

Share This

Banyak Dapat Hadiah Noken dari Warga Papua, Ganjar: Leher Saya Sampai Berat

Peduli Sesama, GPK dan GMPI Kendal Salurkan Bantuan Korban Kebakaran