Tertarik Naik Dua Kelas Sekaligus

Max Holloway/dok.

 

HALO SPORT – Kemenangan Max Holloway atas Calvin Kattar, Januari lalu, menahbiskan dirinya sebagai jagoan pemilik teknik tinju paling sakti di Ultimate Fighting Championship (UFC).

Lebih dari 400 serangan signifikan mendarat ke arah Kattar. Tak heran kalau Max dijuluki si manusia senapan mesin, bahkan lebih garang dari Conor McGregor.

Predikat itu sangat berharga bagi jagoan asal Hawaii ini. Namun, Holloway tak akan puas dengan hal semacam itu.

Seperti dilansir dari Middle Easy, Max mengaku tertarik untuk naik dua kelas sekaligus. ‘’Pada suatu titik, saya pikir saya akan mengakhiri karier saat menjadi seorang petarung di kelas ringan atau malah saya bakal mengakhiri karier di kelas welter,’’ ungkapnya.

‘’Ini hanya sebuah komitmen dari saya. Pelatih dan saya sudah berkomitmen demikian, UFC juga merestui,’’ imbuhnya.

Sebelumnya, Holloway menjajal naik ke kelas ringan pada 2019. Sayang, coba-cobanya berakhir mengecewakan selepas menerima kekalahan dari Dustin Poirier.

Pada awal kariernya, Max tercatat sebagai petarung kelas ringan sebelum akhirnya hijrah ke kelas bulu setelah bergabung dengan UFC.

Kini, Holloway mengincar kelas welter. Kesukaannya terhadap makanan cukup membuatnya percaya diri soal penambahan berat badan.

‘’Mari kita lihat apa yang akan terjadi selanjutnya. Saya hanya menyukai karier saya sekarang,’’ ujarnya.

Max (29) berada di tim Gracie Technics. Rekornya di mixed martial arts (MMA) adalah 22 kali menang dan enam kali kalah.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.