in

Ternyata Warung Makan Murah Dengan Harga Rp 3.000, Diniatkan Ibadah

Pemilik warung Solifah (50) sedang melayani pembeli di warung makan miliknya di Jalan Beruang Raya nomor 1 RT 2 RW 1, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

 

HALO SEMARANG – Viral di media sosial warung makan di Kota Semarang bikin warganet kebingungan. Pasalnya tak hanya sajian makanan yang enak, namun harga yang diberikan juga sangat murah.

Pemilik warung Solifah (50) mengungkapkan, dengan harga Rp 3.000, pembeli sudah bisa memesan makanan di tempat warung makannya.

Warung beralamat di Jalan Beruang Raya nomor 1 RT 2 RW 1, Gayamsari, Kota Semarang itu selalu ramai di saat jam makan siang.

“Di sini ada soto, ada nasi rames rata-rata harganya Rp 3 ribu,” ungkapnya Jumat (28/5/2021).

Warung makan itu sederhana, hanya menempati ruang bangunan seluas 7 x 3 meter. Dengan mematok harga miring, warung itu menjadi favorit bagi karyawan pabrik dan anak perantauan.

Pasalnya pembeli bisa kenyang makan dan minum dengan harga kurang dari Rp 10 ribu. Warung itu buka pagi mulai pukul 10.30 WIB dan tutup sore hari sekira pukul 17.00 WIB.

“Pembeli mayoritas karyawan dan anak kos,” paparnya.

Dia mengaku, sudah membuka warung dengan harga miring selama 4 tahun. Mantan admin produksi pabrik baja itu membuka warung selepas pabrik tempatnya bekerja tutup akibat bangkrut.

Lantaran sudah tua dan susah mendapatkan pekerjaan lagi, dia memilih membuka warung.

“Sudah tua mau kerja apa bingung jadi milih buka warung karena di sini banyak pekerja kantoran dan anak kos,” bebernya.

Menu makanan yang dijual juga beragam, ada menu ayam, telur dadar, dan yang paling spesial adalah soto ayam.

Dia menawarkan konsep menu makanan rumahan ramah di kantong dengan menu berganti setiap harinya. Tekad dia membuka warung dengan harga miring ini, ternya niatannya adalah ibadah, lantaran ingin bersedekah membantu sesama.

“Saya sudah tua tak mau hanya mengejar untung tetapi mencari keberkahan. Yang penting warung laku dan ada sedikit keuntungan untuk bertahan hidup,” terang wanita single parents dua anak ini.

Tetap Untung

Dia mengaku hanya mengambil untung dari setengah penjualan makanannya. Meskipun menjual makanan dengan harga yang miring dia merasa tidak rugi.

Dia melakukan itu semua sebagai bentuk membantu kepada sesama.

“Ngiras-ngirus, menyelam sambil minum air. Kerja dan cari keberkahan,” katanya.

Dia menuturkan, rasa capek memang ada karena tiap hari harus mengurus warung sendiri. Namun rasa lelah terbayar saat melihat pelanggan menyantap masakannya dengan lahap.

“Alhamdulillah setiap hari bisa habis. Tidak pernah sisa, jika sisa pun saya bagikan kepada orang yang membutuhkan. Tentu makanan itu saya hangatkan lagi agar tetap enak disantap,” ucapnya.

Dia menyebut, kadangkala jika ada pelanggan baru sempat kaget saat menyebut harga di warungnya. Pembeli bahkan sempat tak percaya dan mempertanyakan cara menghitungnya.

“Pembeli kadang juga kasih uang lebih dari jumlah yang saya sebutkan, namun saya tolak karena niat awalnya juga ibadah,” terangnya.

Sementara itu, seorang pelanggan, Ika Amalia Rahmadani mengatakan, sudah langganan di warung itu sejak menjadi karyawan di salah satu perusahaan di dekat kawasan itu.

Menu favoritnya adalah soto sama es teh dengan harga Rp 5 ribu. Ketika bosan dia juga mencoba menu rames seperti lauk ayam dan minum es teh hanya cukup membayar Rp 7 ribu.

“Memang di sini warungnya sangat murah. Berbeda dengan warung lainnya meski termasuk berada di pusat kota,” ucapnya.

Ia mengakui, rasa makanannya juga enak seperti masakan di rumah sendiri. Dengan harga itu menjadi langganan tetap bagi karyawan dan anak kos.

“Sangat menolong apalagi saat tanggal tua,” imbuhnya.(HS)

Share This

Sosialisasi Pertama Rembuk Warga Perumahan Penerima Bantuan

106 Lansia Desa Ngareanak Kendal Divaksin