in

Terkumpul Donasi Rp 2,5 Miliar untuk Bangun Masjid, Bupati Karanganyar Apresiasi Kedermawanan Masyarakat

Ahli waris Rekso Dikromo, Jumtari menceritakan kronologis berdirinya Masjid Jamiatut Taqwa di Desa Kedungjeruk, Mojogedang. (Foto : Karanganyarkab.go.id)

 

HALO KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengapresiasi kedermawanan masyarakat Dusun Jatikuwung, Desa Kedungjeruk, Kecamatan Mojogedang, dalam membangun Masjid Jami’atut Taqwa, di wilayah tersebut.

Demi mewujudkan keinginan untuk membangun rumah ibadah tersebut, mereka memberikan beragam sumbangan, hingga terkumpul senilai Rp 2,5 Miliar.

Apresiasi kepada masyarakat tersebut, disampaikan Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat hadir dalam peresmian Masjid Jami’atut Taqwa, Jumat (24/09).

Dalam kesempatan itu Bupati menyampaikan rasa bangga, sekaligus berharap agar jamaah yang beribadah di tempat itu semakin banyak, sehingga makin memakmurkan masjid.

Bupati mengakui antusiasme masyarakat untuk bersedekah membangun masjid tersebut luar biasa. Kedermawanan tersebut perlu terus dipelihara, karena dengan bersedekah, rezeki akan makin bertambah dan makin sehat.

“Sedekah masyarakat Dusun Jatikuwung sangat luar biasa. Dengan sedekah rezeki bertambah dan makin sehat,” kata Bupati, seperti dirilis Karanganyarkab.go.id.

Lebih lanjut Juliyatmono mengatakan dengan bersedekah, rezeki akan semakin lancar dan bagus. Dia pun mengibaratkan bersedekah dengan memanfaatkan air sumur. Jika sumur tersebut semakin sering dimanfaatkan, maka sumber airnya juga semakin baik dan menyehatkan. Sebaliknya jika air sumur tidak pernah diambil, maka justru akan banyak lumut dan bakteri berbahaya.

“Dengan bersedekah, juga tidak gampang sakit. Karena itu jangan pernah berhenti membangun, supaya sedekah juga tidak mandek. Jika ingin membangun menara dan tembok, Baznas akan membantu Rp 30 juta dan lainnya silahkan swadaya,” tambah Bupati.

Mushala Kecil

Ahli Waris Rekso DIkromo, Jumtari menuturkan masjid yang dibangun megah ini, semula merupakan mushala kecil milik keluarga Rekso Dikromo. Kemudian dengan niat ingin membesarkan, keluarga Rekso Dikromo mendirikan Madrasah Wajib Belajar (MWB) dan berkembang menjadi MIM.

Seiring perkembangan sekolah yang semakin besar, keinginan untuk memperbesar masjid itu pun muncul. Masyarakat kemudian bergotong-royong dan secara swadaya membangun masjid tersebut.

“Semangat masyarakat Dusun Jatikurung sangat luar biasa dalam membangun Masjid Jami’atut Taqwa. Sedekah yang diberikan bermacam-macam, seperti kayu dari tebangan pohon, genteng, beras dan lain-lain, hingga masjid megah ini terwujud. Jika dinilai, masjid dibangun menghabiskan Rp 2,5 miliar,” tutur Jumtari, ketika menceritakan sejarah pembangunan masjid tersebut, Jumat (24/09).

Ahli waris Rekso Dikromo yang lain, Sri Puryono yang juga mantan Sekretaris Daerah Pemprov Jawa Tengah, mengatakan pembangunan masjid ini dilakukan oleh masyarakat setempat, dibantu para donatur. Bahkan sampai ada yang menyumbang hingga ratusan juta rupiah.

Sri Puryono mengucapkan terima kasih atas partisipasi masyarakat dan kepedulian untuk membangun masjid tersebut.

“Begitu diumumkan ada pembangunan masjid, sontak semua masyarakat langsung berpartisipasi,” kata dia. (HS-08)

Share This

Petugas Lapas Semarang Gagalkan Penyelundupan Narkotika Dengan Modus Lempar Dari Luar

Vaksinasi di Desa Kuwiran Boyolali, Warga Dapat Hadiah dan Makanan Gratis