Terkendala Program PTSL, Warga Dukuh Lomansari Kendal Minta Pendampingan Hukum ke BKBH FH Unisbank

Warga Dukuh Lomansari, Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal yang mengadukan persoalannya ke Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) FH Unisbank Semarang.

 

HALO SEMARANG – Delapan warga Dukuh Lomansari, Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, mengadukan persoalannya ke Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) FH Unisbank Semarang, Selasa (12/8/2020).

Mereka merasa ada persoalan terkait program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang menjadi program nasional pemerintahan Jokowi.

Menurut mereka, sejumlah 177 pendaftar PTSL di Dukuh Lomansari berkasnya terbengkalai dan belum tuntas prosesnya hingga saat ini.

Mualim, salah satu perwakilan warga berharap, BKBH FH Unisbank melakukan pendampingan hukum terhadap program PTSL di desanya ini.

Apalagi menurutnya, banyak warga yang ditarik pungutam dengan jumlah bervariasi, mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 975 ribu.

“Memang yang sudah terlanjur bayar namun proses pengurusan administrasi pertanahnya belum selesai, uangnya dikembalikan dan disisakan Rp 450 ribu,” kata Mualim saat mengadukan persoalannya BKBH FH Unisbank, Selasa (12/8/2020).

Warga lain, Warsito mengaku, dia sempat diminta membayar Rp 975 ribu untuk mengurus administrasi tanah ini.

“Namun ketika banyak warga yang protes uangnya di kembalikan Rp 525 ribu,” katanya.

“Kami ingin memperjelas saja terkait aturan hukumnya, ini ada dugaan pungli atau tidak. Jika ada mohon penegak hukum melakukan tindakan,” harapnya.

Ditambahkan, warga masih berharap 177 pendaftar PTSL diselesaikan prosesnya.
“Ini kan sudah lama sejak September 2019, masak sampai sekarang belum selesai,” katanya.

Menanggapi aduan ini, Sukarman SH MH, Ketua BKBH FH Unisbank Semarang mengatakan, pihaknya akan melakukan identifikasi data terlebih dahulu.

Dalam waktu dekat pihaknya akan akan menyusun dan mempelajari kasus guna melakukan pendampingan hukum.

“Jika memang ada dugaan pungli, kami akan laporan ke Presiden RI supaya tahu. Tidak kalah penting adalah memastikan penyebab 177 pendaftar PTSL kok belum jadi padahal sudah satu tahun,” jelasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.