in

Terkendala Ketersediaan Alat Berat untuk Pemakaman Pasien Covid-19, Disperkim Kota Semarang Minta Dukungan Swasta

Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Murni Ediati saat diwawancarai awak media.

 

HALO SEMARANG – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang saat ini terkendala ketersediaan alat berat untuk menyediakan lubang makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jatisari. Saat ini TPU Jatisari digunakan untuk memakamkan jenazah positif Covid-19, yang setiap hari ada belasan proses pemakaman.

Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Murni Ediati mengakui, karena kontur tanah yang keras, serta lahan yang miring, membuat proses penggalian secara manual di TPU Jatisari sangat sulit dilakukan. Disperkim sendiri saat ini tidak memiliki alat berat guna membantu menyiapkan lubang makam.

“Memang dibutuhkan alat berat untuk membuat lubang makam, dan meratakan lahan agar bisa digunakan. Kalau, mengandalkan hanya dengan tenaga manusia saja tidak mudah dengan kondisi lahan yang keras dan kemiringan lahan,” kata Pipie, sapaan akrabnya, Selasa (27/7/2021).

Pipie mengaku, dengan kendala ketersediaan alat berat itu membuat pihaknya kesulitan dalam menyediakan lubang makam untuk jenazah Covid-19. “Apalagi sekarang dalam sehari saja rata-rata ada 15 orang yang meninggal positif Covid-19 untuk dimakamkan,” imbuhnya.

Sehingga, pihaknya dalam satu hari harus menyiapkan 10-20 lubang makam. “Kalau memakai tenaga manusia tidak akan selesai, jadi harus dibantu dengan penggunaan alat berat dari Dinas PU. Namun saat itu, alat berat dari PU kebetulan semuanya keluar dipakai. Sedangkan untuk sewa alat berat juga kami saat ini masih belum punya anggaran. Padahal tiap hari harus menyediakan lubang makam untuk pemakaman jenazah,” paparnya.

Tapi saat ini, kata Pipie, dirinya sedikit lega, karena ada bantuan dari pihak swasta atau pengembang BSB berupa pemakaian alat berat selama dua minggu.

“Alhamdulillah ada yang peduli dengan memberikan bantuan, yaitu dari BSB untuk membuat lubang makam. Dengan alat berat ini, per harinya rata-rata bisa menyelesaikan pembuatan 40 lubang makam. Jadi selama dua minggu pemakaian alat berat ini, bisa cukup untuk menyediakan lubang makam selama dua bulan ke depan,” terangnya.

Nantinya, di perubahan anggaran, kata Pipie, pihaknya ada rencana untuk pengadaan alat berat sendiri.

“Sebab kalau mengandalkan PU saja, tidak bisa mengantisipasi untuk memenuhi kebutuhan lubang makam untuk jenazah covid-19 yang tinggi,” pungkasnya.(HS)

Share This

Pemkab Kendal Gencarkan Program Vaksinasi Di Pasar Tradisional

Truk Muatan Batu Tabrak Pagar Warga, Satu Orang Meninggal Dunia