Terkait Wabah Corona, Ini Instruksi Megawati Soekarnoputri untuk Kader PDIP

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu saat mengikuti telekonference Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, Kamis (2/3/2020).

 

HALO SEMARANG – Terkait wabah corona yang melanda Indoensia, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mengeluarkan sejumlah instruksi kepada seluruh kepala daerah di Indonesia yang menjadi kader PDI Perjuangan. Instruksi tersebut disampaikannya melalui sambungan telekonference yang dipandu oleh Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dan juga diikuti oleh sejumlah pengurus pusat partai berlambang banteng itu, di antaranya Puan Maharani, Prananda Prabowo, Juliari P Batubara, dan Eriko Sotarduga, Kamis (2/3/2020).

Adapun dalam kesempatan tersebut sekitar 146 kepala daerah dari seluruh Indonesia terkoneksi untuk mendengarkan secara langsung instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut, termasuk Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (Hendi) dan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu.

Megawati Soekarnoputri dalam komunikasi telekonferensinya, tegas meminta kepada para kepala daerah kader PDI Perjuangan di Indonesia untuk fokus bergotong royong memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Kita harus putus mata rantainya, masyarakat perlu dipandu, mereka perlu pemimpinnya ada, jangan diam saja, tapi harus disiplin. Buat jarak 2 meter, selalu memakai masker, dan di manapun harus selalu mencuci tangan,” pesan Presiden Indonesia ke-5 itu.

“Kita mesti menjaga diri kita sendiri, tetapi juga sebagai pemimpin kita juga harus memberi contoh kepada orang banyak,” tambahnya.

Secara utuh setidaknya ada 7 instruksi Megawati Soekarnoputri yang disampaikan kepada para kadernya. Pertama, untuk seluruh kader PDIP dapat mensosialisasikan Fatwa MUI terkait dengan pemakaman jenazah penderita Covid-19. Kedua, agar seluruh kader terus mencermati perkembangan situasi untuk bergerak cepat melakukan langkah antisipasi.

Ketiga, fokus berupaya menghentikan penularan dengan karantina, menjaga jarak sejauh 2 meter, mencuci tangan, menggunakan masker, serta fokus mempersiapkan sistem logistik kebutuhan pokok bagi rakyat miskin.

Selanjutnya yang keempat, Megawati meminta agar seluruh kepala daerah dapat mempelajari dan mendukung program bantuan pengamanan sosial. Kelima, menyiapkan lahan pemamakaman yang secara khusus untuk korban bencana dalam keadaan darurat.

Keenam, dirinya meminta agar seluruh kadernya dapat terus mengedepankan kerja gotong royong untuk kemanusiaan. Dan yang terakhir mendorong gerakan menanam terhadap tanaman apapun yang dapat dikonsumsi.

Terkait instruksi Megawati Soekarnoputri, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (Hendi) sebagai kader PDI Perjuangan menegaskan, secara utuh memahami pesan yang disampaikan untuk dilaksanakan.

“Point-point yang disampaikan oleh Ibu Ketua Umum menjadi guidance yang penting bagi kami. Misalnya terkait sosialisasi pencegahan dan bantuan pengamanan sosial yang hari ini sudah berjalan di Kota Semarang, akan kami tingkatkan lagi,” tutur Hendi.

Di sisi lain dalam kaitan menyiapkan area pemakaman korban bencana dalam keadaaan darurat, serta gerakan menanam tanaman untuk dikonsumsi, Wali Kota Semarang tersebut mengungkapkan telah mempersiapkan keduanya.

“Untuk area pemakaman khusus, Pemerintah Kota Semarang telah menyiapkannya untuk keadaaan darurat di daerah Mijen. Sedangkan terkait gerakan menanam didorong pembagian 10.000 paket jamu rempah cegah corona, yang kemudian dapat juga dibuat oleh masyarakat secara mandiri,” tambahnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.