Terkait Protokol Kesehatan, Ternyata Kesadaran Warga Kota Semarang Masih Rendah

Warga dihukum menyapu jalan karena diketahui tak mengenakan masker saat ada razia di kawasan Kemijen Semarang Timur, Rabu (9/9/2020).

 

HALO SEMARANG – Kesadaran warga di Kota Semarang untuk mematuhi protokol kesehatan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 terus menurun.

Hal ini terbukti dari hasil razia masker yang digelar tim gabungan Satpol PP Kota Semarang, Polrestabes Semarang dan Kodim Semarang, jumlah pelanggar akhir-akhir ini terus meningkat.

Pada operasi ke-7 yang digelar petugas gabungan pada Rabu (9/9/2020) di kawasan Kemijen Semarang Timur, hanya dalam kurun waktu 1 jam berhasil menjaring 145 warga yang tidak mengenakan masker.

Padahal dari razia-razia sebelumnya, sanksinya lumayan berat, karena KTP disita dan harus menyapu jalan atau taman selama 10 – 15 menit.

Namun hal itu tidak meningkatkan kesadaran warga dan justru sebaliknya.

Kasat Pol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto saat memimpin razia masker mengaku sangat prihatin, pasalnya kesadaran warga untuk mengenakan masker bukannya meningkat tapi justru menurun.

Padahal menurutnya, aturan mengenakan masker untuk menjaga diri dan keluarga dari paparan Covid-19.

“Dengan mengenakan masker kita bisa terhindar dari paparan virus corona. Jangan pernah menyepelekan virus ini. Ironisnya, saat ini warga terkesan sudah menganggap pandemi corona telah selesai,” tambahnya.

Fajar mengimbau, bagi warga Kota Semarang untuk selalu mengenakan masker di setiap aktivitas, dengan kesadaran untuk menjaga kesehatan dan mencegah paparan Covid-19.

“Jangan pernah berfikir mengenakan masker karena takut kena razia, tapi kesadaran untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona harus ditanamkan dalam diri masing-masing,” tandasnya.

Fajar juga menegaskan, dalam Perwal 57 Kota Semarang tidak memberikan sanksi material seperti halnya daerah lain. Hal ini karena Pemkot Semarang tidak ingin membebani warga.

“Maka kami mohon kepada warga untuk bergerak bersama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan salah satunya selalu mengenakan masker,” pesan Fajar.

Untuk diketahui, dari hasil razia sebelumnya, masih banyak warga yang belum mengambil KTP-nya yang disita. Sedikitnya ada 35 KTP yang masih ditahan di Satpol PP Kota Semarang.

“Tidak tahu, apakah warga tidak membutuhkan KTP atau bagaimana. Karena masih banyak KTP yang belum diambil setelah disita akibat pelanggaran,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.