Terkait Kelangkaan Pupuk, Komisi B DPRD Jateng Dorong Pemprov Kembangkan Pupuk Organik

Sekretaris Komisi B DPRD Jateng, Muhammad Ngainirrichald.

 

HALO SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diminta untuk mengembangkan dan menggalakkan pupuk organik, yang diharapkan bakal mampu melepaskan ketergantungan petani terhadap pupuk bersubsidi.

“Pemerintah harus bisa mendorong pengembangan pupuk organik. Harapannya para petani nantinya tidak lagi tergantung kepada pupuk bersubsidi yang akhir-akhir ini sempat langka,” kata Sekretaris Komisi B DPRD Jateng, Muhammad Ngainirrichald, Senin (28/9/2020).

Menurutnya, pengembangan pupuk organik bagi para petani sangat tepat, mengingat di Jawa Tengah bahan baku murah dan melimpah. Sehingga mudah untuk direalisasikan.

Namun demikian, lanjutnya, selama ini persoalan yang terjadi yakni ketersediaan pupuk organik masih belum mencukupi untuk kebutuhan petani.

“Untuk itu diperlukan gerakan bersama pengelolaan sampah dan bahan baku organik seperti kotoran ternak di masing- masing wilayah,” katanya.

Untuk mengembangkan pupuk organik, Ngainirichald menegaskan, pemerintah provinsi harus memetakan terlebih dulu terkait potensi dan penghasil pengembangan pupuk organik.

“Jika ingin kembangkan pupuk organik, pemerintah provinsi perlu memetakan potensi ternak atau sumber penghasil pupuk organik di satu daerah. Agar bisa diketahui potensi mendapatkan pupuk organik di satu daerah itu berapa,” katanya.

Database seperti itu, lanjutnya, akan lebih mudah dihitung seberapa besar yang bisa untuk kebutuhan petani.

“Jika ketersediaan pupuk organik belum terpenuhi untuk kebutuhan petani, bisa dipenuhi dengan pupuk anorganik yang disubsidi pemerintah untuk meringankan beban para petani,” tegasnya.

Dia berharap pengembangan pupuk organik diperlukan kerja sama dengan pihak terkait, khususnya keterlibatan antardinas maupun stakeholder lainnya.

“Upaya pengembangan pupuk organik di Jateng ini perlu sinergitas lintas dinas pertanian, peternakan perdagangan, lingkungan hidup dan lainnya,” ujarnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.