Terkait Aksi Teror, Pemerintah Inggris Keluarkan Saran Perjalanan Ke Indonesia

Penangkapan terduga teroris oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri. (Foto:Tribratanews.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Serangan teror, termasuk di pintu gerbang Gereja Katedral Makassar dan Mabes Polri Jakarta, membuat pemerintah Inggris mengeluarkan foreign travel advice atau saran perjalanan ke Indonesia untuk warganya.

Seperti dirilis oleh laman resmi pemerintah Inggris, https://www.gov.uk, disebutkan bahwa Kepolisian Kontra Terorisme Inggris, memiliki informasi dan saran untuk tetap aman di luar negeri dan apa yang harus dilakukan jika terjadi serangan teroris.

Kelompok teroris memiliki kapasitas dan niat untuk melakukan serangan kapan saja dan di mana saja di negara ini. Jenis serangan termasuk bom bunuh diri dan tembakan senjata ringan, menargetkan tempat-tempat umum dan keramaian.

Pihak berwenang di Indonesia, termasuk kepolisian telah berupaya terus menerus untuk menggagalkan serangan teroris, termasuk melakukan sejumlah penangkapan. Namun demikian, ancaman dari ekstremisme tetap tinggi.

Para ekstremis, sebut saran perjalanan tersebut, cenderung menyerang objek-objek vital, instansi pemerintah, aparat penegak hukum, dan tempat ibadah. Sejumlah tempat yang berkaitan dengan kepentingan negara-negara barat, juga terancam.

Serangan skala kecil terjadi secara teratur dan insiden lebih lanjut mungkin terjadi. Serangan bisa dilakukan tanpa pandang bulu, termasuk di tempat-tempat yang sering dikunjungi orang asing. Resor pantai, bar dan restoran, hotel, pasar, pusat perbelanjaan yang menampung gerai merek internasional utama, tempat wisata, tempat ibadah, kedutaan besar asing, tempat pemungutan suara, terminal feri, dan bandara semuanya merupakan target potensial.

“Ada risiko yang meningkat selama periode liburan. Berhati-hatilah saat melakukannya,” demikian disebutkan dalam saran perjalanan tersebut.

Disebutkan pula sejumlah aksi teror di Indonesia, termasuk serangan bom bunuh diri di luar Gereja Katedral di JaIan Kajaolalido, Makassar, pada 28 Maret 2021.

Pada 1 Juni 2020, seorang petugas polisi tewas dan seorang lainnya terluka dalam penyerangan di sebuah kantor polisi di Kalimantan. ISIS dilaporkan telah mengaku bertanggung jawab

Pada 13 November 2019, seorang pelaku bom bunuh diri menyerang Markas Polri di Medan, Sumatera, melukai 4 anggota polisi dan 2 warga sipil

Pada 14 Mei 2018, terjadi ledakan di pos pengamanan Mabes Polri di Surabaya, Jawa Timur yang menimbulkan sejumlah korban jiwa dan korban jiwa.

Selain aksi teror, warga Inggris juga diperingatkan oleh negaranya, tentang aksi penculikan di laut di dalam dan sekitar perairan Indonesia. Risiko ini lebih tinggi di laut Sulu dan Sulawesi.

Kebijakan lama pemerintah Inggris bukanlah membuat konsesi yang substansial bagi para penyandera. Pemerintah Inggris menganggap bahwa membayar uang tebusan dan membebaskan tahanan meningkatkan risiko penyanderaan lebih lanjut. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.