Terjadi Kesepakatan, Pembongkaran PKL Kali Es Sawah Besar Dihentikan

 

HALO SEMARANG – Pembongkaran 105 PKL (Pedagang Kaki Lima) Kali Es, Kelurahan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari Kota Semarang yang akan dilakukan oleh Satpol PP Kota Semarang pada Selasa (23/3/2021) dihentikan.

Hal ini dikarenakan telah ada kesepakatan antara pihak Satpol PP Kota Semarang dan perwakilan PKL Kali Es untuk melakukan pembongkaran secara mandiri yang dilakukan oleh pemilik kios PKL tersebut.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, pihaknya akan memberi batas maksimal dua hari sampai Rabu (24/3/2021), kepada pedagang Kali Es untuk melakukan pembongkaran secara mandiri.

“Tadi ada permintaan dari Pak Yulianto perwakilan dari PKL, intinya barang-barang dikeluarkan maksimal dua hari, nanti Kamis kita datang lagi dan ratakan lagi,” kata Fajar kepada wartawan di lokasi.

Fajar menambahkan, sebelumnya Satpol PP Kota Semarang diminta BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) untuk segera melakukan penertiban PKL di kawasan itu. Pihaknya juga sudah memberikan peringatan sebanyak tiga kali kepada PKL Kali Es untuk melakukan pembongkaran secara mandiri.

“Tugas Satpol PP itu melakukan penertiban, dan kita juga sudah komunikasi dengan Dinas Perdagangan,” tutur Fajar.

Fajar juga menjelaskan, dalam pembongkaran PKL Kali Es ini nantinya Pemerintah Kota Semarang akan melakukan normalisasi dan pelebaran jalan di jalan tersebut.

“Tidak mengurangi rasa hormat, atas pengorbanan bapak atau ibu karena pemerintah tidak asal bongkar dan semuanya sudah ditempatkan,” jelas Fajar.

Kemudian, lanjut Fajar, dirinya menerangkan bahwa pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Semarang dalam hal penataan BBWS dan sudah dimediasi oleh Lurah, Camat. Dan dari pihak Dinas Perdagangan sudah memberikan tempat untuk PKL yang terkena pembongkaran.

“Ada di Penggaron, sudah kami cek dan tempatnya sudah dipetak-petak. Jadi saya minta kesadaran pemilik PKL, karena ini untuk kepentingan masyarakat umum,” terang Fajar.

Sementara itu Rohmad Yulianto perwakilan PKL Kali Es mengatakan, dari awal para pedagang tidak menghalangi pemerintah setempat dalam hal pembangunan infrastrukur di Kota Semarang.

Yulianto meminta kepada pihak Satpol PP Kota Semarang untuk melakukan pembongkaran, karena para pedagang PKL Kali Es akan melakukan pembongkaran secara mandiri.

“Saya mohon kepada Kepala Satpol PP untuk eksekusi perataan dihentikan sampai di sini dulu, yang lainya kita sudah sepakat dengan teman-teman (pedagang PKL Kali Es-red) minta waktu dua hari untuk mengamankan barang-barang yang ada,” kata Yulianto.

“Diharapkan barang-barang bisa dipakai lagi, andai kata di tempat baru kita bisa merenovasi, nanti barang-barang itu bisa kita gunakan lagi,” lanjutnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.