in

Terduga Pelaku Penyebar Berita Bohong di Brebes Terancam Belasan Tahun Penjara

Kapolres Brebes, AKBP Faisal Febrianto saat menggelar konferensi pers terkait penyebaran hoax unjuk rasa penolakan PPKM darurat di Brebes. (Foto : Tribratanews.jateng.polri.go.id)

 

HALO BREBES – Polres Brebes menahan pelaku penyebaran berita bohong terkait unjuk rasa menolak PPKM darurat di Alun-alun Kota Brebes. Pelaku berinisial MK tersebut, terancam hukuman 12 tahun penjara.

“Tersangka dengan inisial MK, terancam kurungan 12 tahun penjara. Di mana, tersangka dikenakan Pasal 51 Ayat 1 Jo Pasal 35 Undang-undang ITE Tahun 2016,” kata Kapolres Brebes, AKBP Faisal Febrianto, seperti dirilis Tribratanews.jateng.polri.go.id.

Kasus tersebut berawal dari munculnya postingan video unjuk rasa dengan keterangan “Situasi Brebes Pada Saat Ini”. Video unjuk rasa itu, diunggah di media sosial (medsos) oleh akun berinisial MK, Minggu (18/7). Padahal pada saat itu, di Alun-alun Brebes tidak ada aksi unjuk rasa.

Setelah dilakukan pemeriksaan terkait kebenaran tersebut, ternyata video unjuk rasa yang diupload terduga pelaku itu merupakan video lama, terkait penolakan Undang-undang Cipta Kerja pada 2020 lalu.

Oleh pelaku, video tersebut ditambahi keterangan seolah-olah sebagai kejadian baru. Akibat unggahan tersebut, warga pengguna medos pun resah.

Dijelaskannya, selain MK, polisi juga menahan MI. Namun untuk terduga pelaku MI, dikenakan tentang Undang-undang Kekarantinaan dan Undang-undang Penanggulangan Wabah Menular, dengan ancaman kurang kebih dua tahun penjara.

“Untuk itu, kami berharap kepada masyarakat untuk tidak mudah terprofokasi terkait adanya ajakan untuk melakukan demo terkait penolakan PPKM Darurat,” kata dia. (HS-08)

Share This

Rachmat Gobel : PPKM Darurat Bisa Bangkitkan Perekonomian

Polres Magelang Kota dan Akademi Militer Tanam 1.300 Pohon Durian