in

Terdampak Tol Semarang-Batang, Dana Pengganti SMPN 16 Semarang Sebesar Rp 123 Miliar Belum Cair

Kondisi SMP N 16 Semarang yang terkena proyek jalan tol Semarang-Batang.

 

HALO SEMARANG – Pembangunan Jalan Tol Semarang-Batang sampai saat ini ternyata masih menyisakan utang penggantian lahan yang belum cair. Sesuai appraisal, nilai penggantian lahan dan bangunan untuk SMPN 16 Semarang yang terdampak pembangunan tol tersebut, totalnya senilai Rp 123 miliar.

Dengan rinciannya, Rp 112 miliar untuk tanah dan Rp 11 miliar untuk bangunan. Namun dana tersebut hingga sekarang tidak bisa dicairkan. Otomatis, rencana pembangunan gedung pengganti SMPN 16 Semarang tersebut kembali terkendala.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Tol Semarang-Batang, Diyono saat dikonfirmasi terkait hal tersebut membenarkan belum cairnya uang pengganti lahan terdampak tol di SMPN 16 Semarang.

“Terkait dengan penggantian lahan SMP Negeri 16 Semarang yang terkena dampak pembangunan Jalan Tol Semarang-Batang, ketika kami akan membayar tanah penggantinya, keluarlah Peraturan Presiden (Perpres) 109. Perpres itu intinya penghapus Proyek Strategis Nasional (PNS),” ungkapnya, Selasa (2/2/2021).

Dikatakan, setelah ada Perpres tersebut, otomatis Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) tidak bisa membiayai penggantian lahan ruas tol yang di luar PSN.

“Kami terganjal di situ, istilahnya mangkrak dalam arti tertunda karena ada Perpres 109 tersebut,” katanya.

Dirjen Bina Marga, lanjut Diyono, telah mengirim surat ke Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) terkait hal itu.

“Karena masih ada ruas-ruas yang perlu diselesaikan. Kami selaku PPK kan hanya pelaksana di lapangan. Hingga saat ini, kami masih menunggu kejelasan terkait hal tersebut. Entah nanti dilakukan melalui dana talangan atau seperti apa, atau Perpres itu mau direvisi lagi, kami belum tahu,” ujar dia.

Pembiayaan proyek tol tersebut pembiayaannya melalui LMAN Kementerian Keuangan. Namun setelah muncul Perpres ini, otomatis PSN dihapus semua.

“Di Jawa Tengah yang masih masuk PSN adalah proyek Jalan Tol Semarang Demak, Bawen-Jogja, Solo-Jogja dan dan Cilacap-perbatasan. Proyek lainnya dihapus semua,” katanya.

Penggantian lahan SMPN 16, lanjut dia, termasuk tanggung jawab Bina Marga. Ia mengaku sejauh ini belum ada kejelasan. Untuk lahan pengganti SMPN 16, sebetulnya telah mendapatkan lokasi yakni di samping Pizza Hut Silayur Ngaliyan Semarang.

Di lokasi lahan tersebut telah dipasang plang pengumuman bertulis “Mohon Doa Restu, Lokasi Ini Akan Segera Dibangun SMP Negeri 16 Semarang”.

“Itu sudah kami appraisal semua. Kami nego harga di situ. Awalnya ada dua lokasi. Kebetulan yang dipilih adalah lahan yang berada di dekat Pizza Hut tersebut. Dengan proses berjalannya waktu, kami butuh pengukuran dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Setelah semua beres, saya mengajukan Surat Permohonan Pembayaran (SPP) di LMAN,” paparnya.

SPP diajukan pada tanggal 5 November 2020, menyusul pada 20 November 2020 terbit Perpres 109 tersebut.

“Padahal tinggal tiga hari pembayaran, karena waktu itu sudah diminta buka rekening,” ujar dia.

Perpres tersebut, katanya, merupakan usulan dari KPPIP.

“Mungkin karena jalan tol telah beroperasional 100 persen, dikira sudah tidak ada permasalahan penggantian lahan tol. Sedangkan kami yang di lapangan tidak diajak koordinasi. Jadi kami tidak bisa berbuat apa-apa. Dibayar atau tidak itu karena ada Perpres. Ceritanya begitu. Intinya kalau PSN hilang, maka LMAN tidak mau membayar. Karena LMAN bertugas membayar proyek-proyek strategis nasional,” terang dia.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri saat dikonfirmasi masih optimistis SMPN 16 Semarang bisa dibangun tahun 2021 ini.

“Kami masih menunggu dari Kementerian PUPR. Tinggal nunggu pembayaran dari Kementerian. Semua nanti dibiayai dari pusat. Targetnya tahun ini (dibangun),” katanya.(HS)

Share This

Beberapa Pemain PSIS Diincar Klub Asing

Pimpinan DPRD Kabupaten Demak Bantu Korban Femisida di Kecamatan Sayung