in

Terdampak Corona, Pemkot Tak Gelar Prosesi Tradisi Sesaji Rewanda di Kandri

Warga RW 3, Dusun Talunkacang, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang tetap menggelar tradisi Nyadran Gua Kreo, pada Selasa (26/5/2020).

 

HALO SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang pada Lebaran tahun 2020 ini tidak menggelar event tahunan prosesi tradisi Sesaji Rewanda, atau prosesi memberi makan hewan endemik yakni kera ekor panjang di Desa Wisata Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Biasanya, upacara tradisi warisan leluhur itu dilaksanakan setiap tahun oleh warga dengan berbagai atraksi arak-arakan budaya pada H+7 Lebaran. Sehingga dapat menarik kunjungan wisata masyarakat umum dan pengunjung di objek wisata Gua Kreo.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, tahun ini Pemkot Semarang memang tidak menggelar Sesaji Rewanda di Gua Kreo, Kandri.

Sebab, akibat pandemi corona semua agenda event budaya, termasuk prosesi tradisi Sesaji Rewanda yang banyak mengumpulkan orang, harus dibatalkan.

Hal ini sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Hal ini sesuai dengan kebijakan Pemkot tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) hingga 7 Juni 2020.

“Iya, pemkot memang tidak menggelar acara atau event budaya lainnya untuk sementara ini. Karena mengikuti Perwal PKM dulu, yang berlaku sampai tanggal 7 Juni 2020. Setelah itu, kalau melihat kondisinya makin baik, baru diputuskan lagi nantinya,” katanya, Sabtu, (30/5/2020).

Menanggapi warga lokal Kandri yang menggelar tradisi Nyadran Gua, Iin mengatakan, kegiatan tersebut diselenggarakan warga saja.

Tujuannya, sekadar berdoa, dan tidak untuk diikuti masyarakat umum. Karena saat ini objek wisata Gua Kreo di Kandri masih ditutup sampai 7 Juni 2020, sesuai dengan pedoman pelaksanaan PKM.

Seperti diketahui, tradisi Sesaji Rewanda sudah menjadi ikon kegiatan pariwisata di Desa Wisata Kandri Semarang.

Tradisi ini, tidak lepas dari mitos yang berkembang di masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun.

Konon Sunan Kalijaga pernah berada di Gua Kreo untuk mencari kayu jati yang akan digunakan untuk membangun Masjid Demak.

Dalam cerita perjalanannya itu, Sunan Kalijaga dibantu oleh kera penghuni Gua Kreo, sehingga sampai kini kera ekor panjang masih hidup di sana.(HS)

Share This

Peringati HUT ke-12, Satria Jateng Bantu Ratusan Paket Sembako untuk Warga Tambakrejo Semarang

Gara-gara Pemain Ini, Banyak Pemain Liga Inggris Ingin Menjajal Liga Indonesia