Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Terbitkan Buku, Bawaslu Jateng Ingin Catat Proses Sejarah

Peluncuran buku “Torehan Sejarah Bawaslu Jawa Tengah” di Kantor Bawaslu Jateng di Semarang, Senin (30/12/2019).

 

HALO SEMARANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng menerbitkan buku “Torehan Sejarah Bawaslu Jawa Tengah” sebagai upaya mencatat perjalanan Bawaslu dalam pengawasan pemilu di Jawa Tengah selama beberapa tahun terakhir. Peluncuran buku dilaksanakan di Kantor Bawaslu Jateng di Semarang, Senin (30/12/2019).

Ketua Bawaslu Jateng, Fajar Saka menuturkan, buku tersebut diterbitkan untuk mencatat proses dan momen bersejarah dari kegiatan Bawaslu Jateng sejak awal bernama Pengawas Pemilu hingga Bawaslu.

“Melalui buku ini, kami berharap bisa menghadirkan kisah pengawasan dan penegakan hukum dalam proses demokrasi di Jateng agar pubilik tidak lupa,” tuturnya di sela peluncuran buku tersebut.

Peluncuran buku dihadiri jajaran komisioner Bawaslu Jateng, serta beberapa mantan ketua dan anggota Panwaslu Jateng. Sedangkan penulisan buku, melibatkan tiga penulis, M Rofiuddin, Tedi Kholiludin, dan Heri C Santoso.

“Memang buku ini dibuat sebagai pencatat sejarah Bawaslu Provinsi Jawa Tengah. Tapi berdirinya Bawaslu Jateng pada tahun 2012, tak lepas dari pengawas pemilu era sebelumnya. Buku ini memiliki keterbatasan karena hanya mengulik beberapa peristiwa pengawasan pemilu terutama yang terjadi antara medio 2003 hingga 2019,” katanya.

Salah satu penulis, Heri C Santoso mengaku ada beberapa kendala dalam proses penulisan buku tersebut. Di antaranya mencari informasi dari para mantan anggota pengawas pemilu Jateng, yang saat ini sudah banyak yang berkiprah di kancah nasional. Selain itu juga minimnya literasi tentang sejarah pengawasan pemilu, khususnya di era-era sebelum jadi Bawaslu.

“Beruntung ada beberapa sumber sekunder yang dapat kami manfaatkan untuk menggali informasi, termasuk wawancara dengan nara sumber langsung,” katanya.

Sementara di sela pelunuran buku, Bawaslu Jateng juga menginformasikan, menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di 21 kabupaten/kota di Jawa Tengah, telah terbentuk anggota panitia pengawas kecamatan (Panwascam) di 343 kecamatan yang ada di Jawa Tengah.
Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antar-Lembaga Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Tengah, M Rofiuddin mengatakan, jumlah anggota Panwascam yang telah dilantik sebanyak 1.029 orang.

Dari 1.029 orang anggota Panwascam yang dilantik, sebanyak 472 orang atau 46% pernah menjadi anggota lembaga pengawas tersebut. “Sedangkan sebanyak 557 orang atau 54% merupakan wajah baru sebagai Panwascam,” tuturnya.
Anggota Panwascam terpilih, sudah melalui tahapan proses seleksi, mulai dari dari seleksi administrasi, tes tertulis, hingga tes wawancara.

Sebelumnya, jumlah pendaftar anggota Panwascam sebanyak 4.702 orang. Setelah dilakukan proses seleksi administrasi, sebanyak 282 pendaftar dianggap tidak lolos administrasi, karena tidak memenuhi syarat. Di antaranya karena faktor usia, berkas tidak sah, dan berkas tidak lengkap.

“Kami berharap anggota Panwascam segera tancap gas bekerja secara profesional. Menjaga integritas dan kedisiplinan dalam pengawasan pemilu,” ujar Rofi, sapaan akrab Rofiuddin.

Seperti diketahui 21 kabupaten/kota di Jateng akan menggelar Pilkada Serentak 2020. Daerah itu meliputi Kota Pekalongan, Kota Semarang, Kota Solo, Kota Magelang, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Semarang, Kebumen, Rembang, Purbalingga, Boyolali, Blora, Kendal, Sukoharjo, Wonosobo, Wonogiri, Purworejo, Sragen, Klaten, Pemalang, Grobogan, dan Kebupaten Demak.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang