in

Terapkan Merdeka Belajar, Pemkot Pekalongan Bentuk Tim Implementasi Kurikulum Merdeka

Foto : pekalongankota.go.id

 

HALO PEKALONGAN –  Kota Pekalongan telah melakukan berbagai upaya untuk melaksanakan kebijakan merdeka belajar dan pelaksanaan Program Sekolah Penggerak (PSP), dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan, Zainul Khakim, ketika menerima kunjungan dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), baru-baru ini.

Dia mengatakan sesuai kebijakan Kemendikbud Ristek, pada 2024 diharapkan semua satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta, sudah menetapkan PSP. Untuk itu pihaknya membentuk tim implementasi kurikulum merdeka (IKM).

“Kami membentuk, kami ajukan pengesahan melalui keputusan wali kota terkait dengan Tim IKM secara mandiri, hingga nanti kami sudah mengadakan rapat  dan kami sudah menyusun program kerja yang nanti akan coba wujudkan melalui tahapan yang harapannya di tahun 2024 semua sekolah baik negeri maupun swasta yang ada di lingkungan kota Pekalongan sudah melaksanakan PSP,” kata dia, seperti dirilis pekalongankota.go.id.

Benchmarking

Kepala BPMP Provinsi Kalimantan Selatan, Yuli Hariyanto mengungkapkan kehadirannya bersama rombongan pelaksana PSP angkatan I dan II kabupaten dan kota, untuk melaksanakan benchmarking atau praktik baik pengelolaan PSP di Kota Pekalongan.

Adapun alasan pemilihan Kota Pekalongan sebagai contoh implementasi PSP, berdasarkan rekomendasi dari BBPMP Provinsi Jawa Tengah. Menurut penilaian BBPMP Provinsi Jawa Tengah, Kota Pekalongan merupakan salah satu kota terbaik yang mampu melaksanakan pengelolaan PSP.

Dalam kesempatan itu, Yuli Hariyanto menyampaikan apresiasi pada Dindik Kota Pekalongan dalam mengelola PSP. Dia menggaris bawahi, salah satu poin penting untuk melaksanakan program tersebut adalah kolaborasi dan dukungan dari pemerintah daerah (pemda).

“Salah satu point yang kami ambil adalah kolaborasi, bahwa PSP di kota Pekalongan tidak akan berhasil tanpa adanya kolaborasi bersama dan tanpa dukungan pemda, di sini kami garis bawahi bahwa wali kota, anggota dewan, organisasi profesi guru lainnya turut serta mendukung PSP,” terangnya.

Kunjungan diawali dengan audiensi terkait manajemen office PSP di aula Dindik kota Pekalongan dan dilanjutkan kunjungan untuk melihat praktik baik pada jenjang pendidikan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, di SDN 01 Kradenan dan SMPN 14.

Lebih lanjut, ia berharap nantinya, pelaksana PSP di provinsi Kalsel dapat mengamati dan mengembangkan tentunya dengan disesuaikan dengan karakter daerah.

“Kami berharap menjadi contoh bagi pemda khususnya kami di Provinsi Kalsel, bisa kami adopsi dan tiru kemudian kami kembangkan dan sesuaikan karena secara karakteristik berbeda, tetapi apa yang bisa dijadikan praktik baik yang bisa diadopsi,” kata dia. (HS-08)

Wakil Bupati Pemalang Apresiasi Polri Gelar Bakti Kesehatan HUT Bhayangkara

Tingkatkan PAD, Pemkab Cilacap akan Optimalkan Digitalisasi Pemungutan Pajak Daerah