in ,

Terancam Digusur, Puluhan PKL Padi Raya Mengadu ke Anggota Dewan

Anggota DPRD Kota Semarang, Cahyo Adhi Widodo saat menerima perwakilan PKL Jalan Padi Raya di kediamannya, Senin (17/6/2024).

HALO SEMARANG – Terancam digusur lapaknya, puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jalan Padi Raya, Kelurahan Gebangsari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, mengadukan nasibnya dengan mendatangi rumah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Cahyo Adhi Widodo, Senin (17/6/2024).

Mereka mengadukan perihal surat teguran tentang Pendirian PKL II, yang dilayangkan Kelurahan Gebangsari tertanggal 4 Juni dan 11 Juni 2024. Dalam surat tersebut berisi bahwa dilarang membuat lapak PKL baru dan dilarang mendirikan lapak PKL di atas saluran.

Menurut juru bicara PKL Jalan Padi Raya, Wisnu, berdasarkan surat teguran yang diterima, pihaknya merasa keberatan karena sebagian besar pedagang di jalan tersebut merupakan PKL lama dan juga tidak semua PKL berjualan di atas saluran.

“Atas inisiatif para PKL, kami sudah menemui Lurah Gebangsari, tapi hasilnya kami tetap harus pindah. Solusi yang diberikan malah justru memberatkan kami,” ujarnya.

Wisnu mengatakan, pihak kelurahan setempat meminta para PKL, yang totalnya sekitar 30 pedagang, untuk pindah ke pertigaan Nasima, yang notabene di atas saluran dan memakan banyak bahu jalan.

“Solusinya menurut kami malah melanggar peraturan daerah (Perda). Dan belum tentu juga pihak Nasima mengijinkan ada PKL yang berjualan disitu, karena akan mengganggu lalu lintas kendaraan,” katanya.

Hal senada juga disampaikan PKL lainnya, Mbah Tentrem. Kakek yang sejak tahun 1986 menjadi tukang tambal ban di Jalan Padi Raya ini mengatakan, bahwa para PKL masih bingung dengan surat teguran yang dilayangkan pihak kelurahan karena belum pernah ada sosialisasi mengenai hal tersebut.

“Jadi sebenarnya maksud dan rencana pihak kelurahan itu apa, maunya bagaimana, itu belum disosialisasikan. Dan kami pun sebagai PKL akan mematuhi aturan pemerintah kok,” paparnya.

Mengingat belum ada solusi yang tepat, puluhan PKL akhirnya mendatangi rumah anggota DPRD Kota Semarang, Cahyo Adhi Widodo, untuk mengadukan permasalahan tersebut.

Sebagai wakil rakyat Daerah Pemilihan (Dapil) Genuk, mereka meminta adanya mediasi dengan pihak kelurahan dijembatani oleh anggota dewan.

“Aduan dan aspirasi temen-temen PKL akan saya sampaikan dan segera saya minta penjelasan Pak Lurah terkait surat teguran tersebut. Kalau dilihat dari aturan, Jalan Padi Raya itu boleh untuk berjualan,” kata Cahyo Adhi Widodo, usai menerima aduan dari pedagang.

Aturan tersebut, kata Cahyo, yakni Keputusan Wali Kota Semarang No 510.17/475 Tahun 2023 tentang Penetapan Lokasi Tempat Usaha Pedagang Kaki Lima di Wilayah Kota Semarang.

“Dalam aturan itu dijelaskan di halaman 41 bahwa Jalan Padi Raya diperuntukkan untuk lokasi PKL dengan sistem Tenda Bongkar Pasang. Tapi tiba-tiba temen-temen PKL disuruh pindah,” ujar pria yang juga anggota Komisi A DPRD Kota Semarang ini.

Menurut Cahyo, pihak kelurahan seharusnya melakukan sosialisasi terlebih dahulu dengan mengundang semua PKL yang berjualan di Jalan Padi Raya.

“Kan bisa diajak musyawarah enaknya bagaimana, sehingga ada solusi yang tepat,” imbuh politisi muda Partai Golkar.

“Apalagi dari pengakuan mereka, para PKL belum mendapat undangan sosialisasi dari pihak kelurahan sehingga menimbulkan keresahan para pedagang,” pungkas Cahyo. (HS-06 )

Berkat Bantuan Pompa Air, Pengairan Lahan Pertanian di Klaten Bisa Tercukupi

Marak Terjadi Judi Online, Si Propam Polres Rembang Sidak HP Milik Personel