in

Temui Seniman Karanganyar, Bupati Kebumen Siap Akomodasi Aspirasi

Seniman Campursari, Sutim Seno Wardoyo berfoto bersama di Pendopo, Rumah Dinas Bupati. Sebelumnya dia berjalan kaki sejauh 13 km dari Kecamatan Karanganyar, untuk menemui Bupati Kebumen Arif Sugiyanto. (Foto : Kebumenkab.go.id)

 

HALO KEBUMEN – Salah seorang Seniman Campursari, bernama Sutim Seno Wardoyo atau Sutim Kayangan, nekat berjalan kaki sejauh 13 km dari Kecamatan Karanganyar, untuk menemui Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, di Pendopo, Rumah Dinas Bupati, Rabu (18/8).

Dirinya bermaksud mengadukan nasib para seniman, yang sudah dua tahun tidak bisa pentas, akibat adanya kebijakan pembatasan sosial, seperti PPKM darurat atau level 4 ini.

Sutim berjalan dengan membawa plang bertuliskan “Seniman juga manusia, berhak hidup, dan butuh makan”. Dia juga memikul orgen kesayangan, yang selama dua tahun dianggurkan.

Dia mengaku akibat tidak diperbolehkannya pentas, barang-barang di rumah sudah dijual satu persatu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Tujuan saya untuk menyampaikan aspirasi Seniman Kebumen, semoga kami diperhatikan,  semoga dengan aksi saya ini para Seniman di Kebumen bisa terbantu mencari nafkah untuk makan,” kata dia seperti dirilis Kebumenkab.go.id.

Sutim berharap, meski ada kebijakan pengetatan aktivitas sosial, para seniman ini diberikan ruang berekspresi guna menyalurkan bakat dan minatnya. Sebab, hanya itu kemampuan bertahan hidup yang bisa dilakukan.

“Harapannya apapun kebijakan dari pemerintah yang sekiranya menguntungkan Seniman agar bisa kami diberi kesempatan,  seandainya kami boleh pentas dengan protokol kesehatan atau bagaimana, kalau saat ini yang punya hajat ketakutan, mau nanggap ketakutan, mau nanggap dibubarkan, kami seniman mau makan apa kalo begini terus,” ucapnya.

Kedatangan Sutim disambut baik oleh Bupati Arif. Ia juga turut merasa prihatin dengan kondisi para Seniman saat ini. Pihaknya berjanji, akan memulai kegiatan berkesenian yang akan dimulai dari Pendopo, supaya mereka bisa berkarya dan mendapatkan rezeki.

Bupati menyampaikan, bahwa PPKM darurat adalah kebijakan pemerintah pusat. Bukan kebijakan daerah. Namun, ia akan mencari jalan tengah untuk bisa mengakomodir apa yang menjadi tuntutan para seniman.

Menurutnya, tidak hanya seniman, kondisi ini juga dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Akan tetapi yang paling penting di sini adalah menjaga keselamatan masyarakat menjadi hukum tertingi yang harus dipatuhi.

“Untuk mengakomodir para seniman ini, kita nanti akan menyiapkan pentas seni yang dipusatkan di Pendopo. Tiap kecamatan nanti digilir untuk tampil. Tentu ini sifatnya terbatas, dan tetap menjaga prokes. Yang terpenting bakat mereka bisa tersalurkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati mengatakan PPKM masih berlanjut hingga 23 Agustus 2021. Kondisi Covid-19 di Kebumen masih tinggi, yang masih dirawat masih ada 300-an orang, Bupati optimis, pada bulan September mendatang aktivitas sosial sudah bisa dikendorkan.

Menurutnya masyarakat saat ini semakin sadar untuk menerapkan protokol kesehatan, dan vaksinasi terus digalakkan oleh pemerintah.

“Saya minta masyarakat agar tidak kendor dalam menjalankan prokes. Kita sama-sama berharap bulan depan, angka Covid-19 sudah bisa terus menurun, sehingga pengetatan bisa dikurangi,” jelasnya. (HS-08)

Share This

Petani Kendal Tersenyum, Harga Panen Tembakau Naik

Hari Pramuka, Pengurus Kwarcab Purworejo Kunjungi Anggota yang Sakit