in

Teknik Smartphone Photography, Upaya Promosi Daya Tarik Wisata

Pelatihan teknik smartphone photography untuk meningkatkan promosi sektor wisata oleh Universitas Semarang.

 

HALO SEMARANG – Pelaku wisata dituntut menyesuaikan pembukaan daya tarik wisata dengan kebiasaan baru. Sejumlah cara diupayakan untuk mendukung dan menggenjot promosi sektor pariwisata.

Menjembatani kondisi itu, Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang mencoba membantu untuk terlibat dan menjadi bagian dari solusi. Pelatihan diberikan kepada Karang Taruna Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Tajuk “Smartphone Photography” dipilih sebagai bagian langkah promosi daya tarik wisata. Sebagai percontohan daya tarik wisata lain, Kampung Jawi menjadi tempat pelatihan tersebut diselenggarakan.

“Fotografi untuk memasarkan pariwisata tidak harus mutlak menggunakan kamera mahal dan bermerek. Namun dengan pengoptimalan fungsi kamera dan fitur-fitur yang ada di smartphone juga bisa,” kata Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat FTIK USM, Ami Saptiyono, SIKom, MIKom, Senin (27/9/2021).

Menurutnya, tidak melulu promosi dari sisi fotografi menggunakan kamera canggih. Dengan menggunakan smartphone, lanjutnya, dapat membantu untuk meningkatkan promosi yang menyasar kampung-kampung tematik di Kota Semarang.

“Kampung-kampung tematik yang menjadi program andalan dari Pemerintah Kota Semarang juga didorong untuk mulai memasarkan kembali tempatnya, meski beberapa di antaranya masih ragu-ragu untuk membuka kembali,” tuturnya.

Selain itu, juga meringankan mengelola pemajuan daya tarik wisata. Dalam satu genggaman, ia menjelaskan, dapat meringankan waktu.

“Beberapa trik memotret dengan kamera gawai diberikan secara terperinci, disusul dengan praktik langsung para peserta,” katanya.

Menanggapi pelatihan tersebut, Ketua Karang Taruna Kelurahan Sukorejo, Wardhana menyatakan, teknik tersebut sebenarnya sudah pernah dilakukan, namun tidak detail perihal menghasilkan foto yang menarik perhatian calon pengunjung.

“Sekarang ini sudah tidak bisa lagi pasang foto asal-asalan untuk memasarkan tempat wisata kita ini,” ujarnya.

Menurutnya, dengan sejumlah materi itu dapat langsung diaplikasikan dengan penyesuaian untuk memulihkan perekonomian nasional.

“Saat ini memang membutuhkan pengetahuan mengenai teknik foto dengan gawai,” ucapnya.(HS)

Share This

Perusahaan Ini Rela Berbagi Demi Warga Terdampak Pandemi

Persis Kalahkan AHHA PS Pati, Ini Kata Kaesang dan Atta Halilintar