Tekan DBD, Dinkes Boyolali Ajak Masyarakat Beternak Nyamuk

Kepala Dinkes Boyolali Ratri S Survivalina. (Foto:jatengprov.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Ada cara unik yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali untuk menekan penyebaran demam berdarah dengue (DBD). Instansi itu mengajak masyarakat untuk beternak nyamuk.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina mengatakan, dari Januari hingga kemarin sudah muncul 91 kasus DBD.  “Pada 2020 ini, kami sudah mendata kurang lebih ada 91 kasus untuk DBD sampai bulan Oktober,” kata Ratri, seperti dirilis jatengprov.go,id, Senin (19/10).

Ditambahkan, berbagai program telah digalakkan untuk menekan laju pertumbuhan nyamuk Aedes aegypti. Mulai dari program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), serta program 3M Plus sebagai bentuk pencegahan, dengan menanam tumbuhqan pengusir nyamuk, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah.

Selain itu, ada pula program Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik), serta yang kini digalakkan program “ternak nyamuk”.

“Dinkes berupaya untuk membuat inovasi atau terobosan program untuk mengendalikan DBD, melalui satu cara yang disebut sebagai ternak nyamuk,” ungkap Lina.

Nyamuk Aedes aegypti akan diternakkan, namun yang diternakkan adalah yang sudah mengandung bakteri Wolbachia. Nyamuk ini kemudian dilepas, agar kawin dengan nyamuk-nyamuk lain. Bakteri yang ada di dalam tubuh nyamuk tersebut akan menekan virus DBD, sehingga penyakit ini tak akan berkembang lagi.

“Akhirnya nyamuk-nyamuk dari lingkungan tersebut itu menjadi nyamuk yang mengandung bakteri, sehingga lama-lama nyamuk yang disitu tidak menjadi sumber penularan demam berdarah,” terangnya.

Diharapkan dengan adanya program ternak nyamuk ini bisa menekan laju kasus DBD, yang saat ini menyebar di 22 desa endemis pada wilayah 10 Puskesmas, di sembilan kecamatan ini. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.