Tekan Angka Kasus Permasalahan Anak, Pemkab Sragen Resmikan PKSAI

Launching PKSAI di Sekretariat PKSAI Dinas Sosial Kabupaten Sragen, Selasa (27/10.  (Foto:Sragenkab.go.id)

 

HALO SRAGEN – Pemerintah Kabupaten Sragen kini memiliki Pusat Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PKSAI). Dengan adanya lembaga ini, Pemkab menyatakan lebih siap  untuk melindungi anak di wilayahnya, sekaligus menangani permasalahan yang mereka hadapi.

“Tidak hanya sekadar launching, tetapi juga perlu komitmen bersama untuk berupaya mencegah dan mengurangi risiko yang menjadi masalah anak-anak,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sragen, Dedy Endriyatno, saat melaunching PKSAI, di Sekretariat PKSAI Dinas Sosial Kabupaten Sragen, Selasa (27/10), seperti dirilis sragenkab.go.id.

Berdasarkan data dari Dinas Sosial Kabupaten Sragen, angka kasus permasalahan anak pada tahun 2020 sesuai UU No. 35 tahun 2014 pasal 59 yang telah tertangani ada sebanyak 47 anak.

Dengan rincian, anak dalam situasi darurat 1 kasus, berhadapan dengan hukum 3 kasus, HIV/AIDS 2 kasus, korban kejahatan seksual 4 kasus, disabilitas 3 kasus, korban perlakuan salah dan penelantaran 33 kasus dan perilaku menyimpang 1 kasus.

Plt Bupati Sragen, Dedy Endriyatno menyampaikan jika tingkat kerentanan yang terjadi pada anak meningkat siginifikan, apalagi memasuki masa pandemi covid-19 anak-anak sekolah melalui daring di rumah.

“Banyak orang tua yang masih lalai, dan justru lebih mementingkan main gadgetnya sendiri daripada memperhatikan pendidikan anaknya,” ujar Plt Bupati.

Di era pandemi ini, Plt Bupati Dedy merasa anak menjadi susah diatur. Sehingga pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memikirkan langkah mengembalikan karakter anak kembali pada era sebelum pandemi.

“Ini bisa membutuhkan waktu yang lama menurut saya bisa sampai 4-5 tahun jika anak tidak di didik dengan baik,” katanya.

“Maka perlu dipetakan kembali, ada berapa dan apa yang harus kita lakukan untuk mengembalikan sifat dan karakter anak sebelum pandemi ini,” imbuhnya.

Dengan adanya PKSAI di Kabupaten Sragen ini, Plt Bupati berharap layanan kesejahteraan dan perlindungan anak bisa lebih terarah, komprehensif, terpadu dan berkelanjutan. Terutama bagi anak dalam situasi rentan atau anak yang berisiko mengalami kekerasan, eksploitasi, penelantaran dan perlakuan salah, serta anak yang membutuhkan perlindungan khusus (AMPK) termasuk anak yang berhadapan dengan hukum.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sragen Joko Saryono menyampaikan, kehadiran PKSAI di Sragen tak lepas dari prakarsa Kementerian Sosial RI bersama UNICEF serta Yayasan Setara Semarang.

PKSAI merupakan kolaborasi layanan, sebagai upaya yang terarah, terpadu, komprehensif dan berkelanjutan dalam penanganan persoalan anak.

“Masih banyak keluarga rentan dari data BPKS Kabupaten Sragen dan meningkatnya penemuan permasalahan sosial anak di Kabupaten Sragen adanya lembaga pemerhati prmasalahan anak di Kabupaten Sragen memerlukan dukungan dan kolaborasi dalam penanganan deteksi dini kerentanan anak dalam keluarga dan atau pengasuh anak,” tutupnya. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.