in

TCC Unimma Kaji KTR di Kudus, Bupati :  Sumbangsih Industri Rokok Sangat Besar

Bupati Kudus HM Hartopo menerima kunjungan Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC), Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), di Pringgitan Pendapa Kudus, Kamis (10/3). (Foto : Rilis Pemkab Kudus)

 

HALO KUDUS – Sumbangsih industri rokok dalam memajukan Kabupaten Kudus, sangat besar. Bahkan mayoritas warga Kabupaten Kudus adalah pekerja industri rokok.

Hal itu disampaikan Bupati Kudus HM Hartopo, ketika menerima kunjungan Project Director Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC), Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), Dr Retno Rusdjijati, di Pringgitan Pendapa Kudus, Kamis (10/3).

Kunjungan tersebut dalam rangka rencana MTCC Unimma penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

“Perlu diketahui, industri rokok Kabupaten Kudus sangat besar sumbangsihnya bagi negara dan rakyat Indonesia, khususnya Kabupaten Kudus. Selain dunia pendidikan, cukai yang dihasilkan dari rokok pun, menyumbang pemasukan negara yang sangat besar,” kata dia, dalam keterangan tertulis seperti yang disampaikan melalui laman Pemkab Kudus.

Karena itu, terkait rencana pembuatan kajian, Bupati berharap agar dalam penyusunan kajian harus diperhatikan tentang kearifan lokal suatu daerah.

“Mengingat mayoritas masyarakat Kabupaten Kudus adalah pekerja industri rokok, maka kami harap ada kajian tertentu dalam membuat regulasi atau aturan dengan memperhatikan kearifan lokal suatu daerah,” pintanya.

Mengenai KTR dan kawasan rokok, Hartopo menyatakan Kabupaten Kudus telah memiliki regulasi tersendiri.

“Meski Kabupaten Kudus dikenal dengan kawasan industri rokok, masyarakatnya pun telah sepenuhnya sadar terkait kawasan tanpa rokok, seperti tempat umum, fasilitas kesehatan, sekolah, tempat ibadah, maupun di pasar baik tradisional maupun modern. Jadi masyarakat kami sudah menaati regulasi yang ada,” jelasnya.

Hartopo menambahkan bahwa antara regulasi yang dibuat dan kearifan lokal suatu daerah, harus dapat berjalan beriringan, agar tidak terjadi polemik di masyarakat.

“Yang penting antara regulasi dan kearifan lokal daerah harus bisa jalan bareng, hal ini untuk menghindarkan dari konflik atau polemik di tengah masyarakat,” kata dia.

Sementara itu Dr Retno Rusdjijati, Project Director MTCC Unimma, mengemukakan Tobacco Control Center (TCC) Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) terus mendorong penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Unimma berkomitmen untuk membantu kabupaten atau kota, yang belum mempunyai regulasi terkait KTR.

“Sesuai amanat undang-undang, kami berkomitmen menjalankan program kesehatan untuk membantu kabupaten atau kota, yang belum memiliki regulasi tentang Kawasan Tanpa Rokok,” terangnya.

TCC Unimma telah mendampingi 20 kabupaten / kota di Jawa Tengah dalam pembentukan Kawasan Tanpa Rokok.

“Sejauh ini, TCC Universitas Muhammadiyah Magelang telah mendampingi 20 kabupaten / kota dalam hal pembentukan KTR, namun saat ini masih dalam pengkajian lebih lanjut,” kata dia. (HS-08)

Serapan Pupuk Bersubsidi untuk Petani di Kendal Belum Maksimal

Cegah Stunting, Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Kudus Mendapat Bantuan