in

Tazakka Batang Kembangkan AIST, Santri Belajar Transaksi Nontunai

Pimpinan PM Tazakka, Ustaz Anang Rikza Mashadi menunjukkan cara kerja AIST. (Foto : Batangkab.go.id)

 

HALO BATANG – Pondok Modern (PM) Tazakka mengembangkan aplikasi Academic Information System of Tazakka (AIST), untuk mengajarkan kepada para santri membiasakan diri bertransaksi secara nontunai.

Pimpinan PM Tazakka, Ustaz Anang Rikza Mashadi, mengatakan para santri sudah beradaptasi terhadap perubahan zaman.

“Di sini Alhamdulillah sudah cashless (sistem pembayaran tanpa uang tunai). Semuanya pakai kartu Cashless Tazakka,” katanya, seusai menunjukkan cara kerja teknologi AIST, di PM Tazakka, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Sabtu (18/9), seperti dirilis Batangkab.go.id.

Dia menjelakan aplikasi tersebut dirancang dan dikembangkan oleh tim teknologi informasi PM Tazaka. Sistem ini seluruhnya dibuat oleh para santri dan alumni yang berkompeten di bidangnya.

“Tidak ada kerja sama dengan pihak lain dalam pembuatan aplikasi. Ini murni dibuat santri dan alumni,” jelasnya.

Dalam aplikasi tersebut, terdapat beragam sistem informasi akademik, seperti nilai, rapor, dan presensi kehadiran.

“Orang tua santri juga lebih mudah ketika akan mentransfer uang kepada anaknya. Tidak perlu lagi memberi uang cash, karena di sini tidak berlaku,” terangnya.

Santri pun dimudahkan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Misalnya jika ingin membeli makanan kecil, peralatan mandi dan lainnya, semua dilakukan pakai kartu Cashless Tazakka.

Ia memastikan, aplikasi buatan para santrinya itu tidak untuk dikomersilkan.

“Pondok-pondok lain sudah banyak memakai aplikasi kami dan saya wakafkan itu. Aplikasi ini berkat kerja sama orang banyak, jadi dibagikan saja, namanya wakaf sistem,” tuturnya.

Ia menambahkan, modernisasi merupakan bagian dari ajaran Islam. Bedakan antara modernisasi dengan westernisasi.

“Kalau westernisasi, kebarat-beratan kita tolak. Semua serba berpakaian terbuka dan pergaulan bebas, itu bukan modernisasi. Tapi kalau modernisasi itu sesuai dengan anjuran agama kita, harus maju, visioner, beradaptasi dengan zaman,” tegasnya.

Salah satu santri, Fahri Ahmad mengutarakan, teknologi aplikasi buatan para santri dan alumni PM Tazakka memudahkan semua kegiatan.

“Alhamdulillah dengan adanya mesin ini para santri jadi lebih mudah dalam bertransaksi. Kalau dulu masih zamannya uang tunai, itu ribet misalnya kita punya uang besar kembaliannya susah, tapi dengan mesin ini nanti tinggal menunjukkan kartu Cashles Tazakka discan langsung selesai,” ungkapnya.

Keuntungan lain, lanjut dia, santri lebih mudah dalam berinfaq, wakaf dan melakukan transaksi lainnya.

“Kita bisa mengecek berapa saldo kita dan orang tua kita sudah mentransfer apa belum.  Kita juga bisa mentransfer ke teman apabila mempunyai kekurangan uang atau apapun,” ujar dia.

Ia lebih sering memanfaatkan aplikasi tersebut untuk berinfaq dan bersedekah. Selain itu juga untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari di koperasi pelajar.

“Semoga Tazakka bisa lebih maju lagi, lebih mempermudah transaksi para santrinya,” kata dia. (HS-08)

Share This

Bupati Batang Minta Mas Mbak 2021 Dapat Jadi Teladan

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Minggu (19/9/2021)