in

Tatapan Tajam Dan Pelukan Sahabat Usai Pertarungan

Kamaru Usman memeluk Gilbert Burns usai laga utama UFC 258 di UFC Apex Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, Minggu (14/1/2021) WIB.

 

KAMARU USMAN berhasil mempertahankan sabuk juara kelas welter UFC usai mengalahkan penantang sekaligus sahabatnya, Gilbert Burns, pada laga utama UFC 258 yang berlangsung di UFC Apex Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, Minggu (14/1/2021) WIB.

The Nigerian Nightmare julukan Kamaru Usman mengalahkan Gilbert Burns secara KO/TKO pada detik 00.36 ronde ketiga.

UFC 258 merupakan kali ketiga Usman mempertahankan sabuk juara kelas welter UFC. Sebelumnya, petarung berusia 33 tahun itu telah dua kali mempertahankan gelarnya, mengalahkan Colby Covington pada Desember 2019 dan Jorge Masvidal pada Juli 2020.

Berkat kemenangan ini, Kamaru Usman (18-1) mencatatkan rekor mentereng berupa 13 kemenangan beruntun di kelas welter UFC melewati raihan legenda UFC asal Kanada, Georges St-Pierre (12).

Petarung muslim asal Nigeria ini pun memegang rekor petarung UFC aktif dengan kemenangan beruntun terpanjang, mengungguli Amanda Nunes (11) serta Israel Adesanya (9) dan Alex Volkanovski (9).

Adapun, Gilbert Burns (19-4) yang pernah menjadi rekan setim Usman di Sanford MMA datang sebagai penantang bermodalkan empat duel tanpa kalah sejak kembali ke kelas welter pada 2019.

Kamaru Usman dan Gilbert Burns tampaknya benar-benar melupakan kebersamaan mereka semasa di Sanford MMA. Usman sang juara bertahan memberikan tatapan mata tajam kepada Burns sebelum duel.

Bahkan saat laga berlangsung, keduanya saling baku pukul, tak seperti seorang sahabat.

Usaman pun terlihat emosional usai Wasit Herb Dean menghentikan laga untuk kemenangan KO/TKO bagi Usman pada detik ke-36 ronde ketiga.

Dia berteriak di depan kamera, entah apa yang dikatakannya. Usai dinyatakan menang, Usman pun memeluk Gilbert Burns dengan membisikkan kata-kata ke telinga sahabatnya itu yang sedang menangis.

Saat sesi wawancara, Usman mengatakan bahwa di oktagon dia melupakan persahabatan dengan Burns yang datang sebagai penantang.

“Kalian tidak bisa mendiskreditkan apa yang Burns lakukan di divisi ini. Setelah ia menderita kekalahan di lightweight dia tetap berani naik ke divisi ini. Kami memulai perjalanan bersama dan dia mengalahklan lawan demi lawan untuk naik ke sini. (Soal tatap mata agresif ke Burns sebelum laga) Di latihan dan di sini beda, Saya manusia buas dari start sampai finish ketika sudah di oktagon. Dari awal sampai finsih tidak ada kawan. Ia menginginkan sesuatu yang saya punya dan kalau sudah di oktagon, ini arena dan kandang saya,” katanya.

Wajar jika Kamaru sangat emoisonal, hal ini karena lawannya tersebut sebelumnya merupakan kawan berlatih sekaligus sahabatnya.

Usman sudah kenal dekat dengan Burns sejak beberapa tahun lalu. Selain satu naungan Sanford MMA selama tujuh tahun, keduanya juga sangat dekat secara personal.

Kedekatan Kamaru Usman dan Gilbert Burns lebih dari sekadar hubungan personal melainkan juga hingga ke keluarga masing-masing. Hal itu dibuktikan dari ucapan istri Gilbert Burns, Bruns, yang menyebut anaknya sangat dekat dengan keluarga Kamaru Usman.

Hubungan Kamaru Usman dan Gilbert Burns sedikit merenggang awal tahun lalu. Hal itu tidak lepas dari keputusan Kamaru Usman meninggalkan Sanford MMA dan pindah ke Onx Sports.

Kamaru Usman dikabarkan memutuskan pindah ke Onx Sports setelah mengetahui akan menghadapi Gilbert Burns sebagai penantang di UFC 251 pada Juli 2020.

Namun, duel itu terpaksa ditunda sampai Februari 2021 karena Gilbert Burns mengundurkan diri beberapa hari sebelum UFC 251 karena positif Covid-19.(HS)

Share This

Polsek Sigaluh Dirikan Posko PPKM Mikro

Cegah Gangguan Keamanan dan Ketertiban, Lapas Semarang Razia Kamar Tahanan