Taruna Merah Putih Serahkan Bantuan 1.000 APD Untuk Provinsi Jawa Tengah

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menerima penyaluran bantuan APD dari Taruna Merah Putih (TMP), Jumat (26/6/2020).

 

HALO SEMARANG – Upaya penanganan Pandemi Covid-19 di Indonesia, terus mengundang berbagai pihak untuk berkontribusi. Hal tersebut seperti yang dilakukan oleh salah satu organisasi sayap PDIP Perjuangan, Taruna Merah Putih (TMP).

Organisasi yang diketuai oleh politisi fraksi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait tersebut menyerahkan bantuan 1.000 APD pada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, untuk didistribusikan ke tenaga kesehatan yang sedang bertugas menangani Covid-19, Jumat (26/6/2020).

Diterima langsung Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, penyerahan bantuan APD secara simbolis oleh TMP diwakili Hendrar Prihadi, selaku Ketua TMP Jawa Tengah, beserta jajaran pengurusnya.

Saat bertemu Ganjar Pranowo, Hendrar Prihadi yang juga Wali Kota Semarang menuturkan, ada dua hal yang ingin disampaikan kepada orang nomor satu di Provinsi Jawa Tengah dalam kesempatan tersebut.

“Ada dua hal Pak Gubernur, yang pertama melaksanakan tugas dari mas Ara (Maruarar Sirait), untuk menyerahkan bantuan 1.000 APD kepada Pak Gubernur,” jelas pria yang akrab disapa Hendi itu. “Sedangkan yang kedua, kami mohon masukan untuk aktivitas kawan-kawan TMP Jawa Tengah, terutama di Solo, Magelang, Kota Semarang,” lanjutnya.

Terkait bantuan 1.000 APD yang diberikan oleh Taruna Merah Putih, Ganjar menyampaikan terima kasih atas kontribusi yang telah diberikan untuk mendukung penanganan Covid-19 di Provinsi Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menuturkan, dirinya juga telah berkomunikasi langsung dengan Ketua Taruna Merah Putih, Maruarar Sirait soal bantuan yang akan diberikan tersebut.

“Terima kasih Mas Hendi beserta teman-teman TMP semuanya, kemarin mas Ara juga sudah sempat kontak saya,” tanggap Ganjar.

Ganjar meyampaikan kepada sejumlah pengurus TMP Jawa Tengah untuk lebih bersiaga pasca aksi pembakaran bendera PDI Perjuangan.

“Hari ini tantangannya lebih berat lagi karena kemarin ada pembakaran bendera. Kita memang mesti menjaga, jangan terprovokasi, jalur hukum tapi siaga. Kalau orang jawa pasti terasa. Artinya apa, kalau kita siaga, jangan diprovokasi terus menerus,” tekan Ganjar.

“Kita harus berani menyuarakan, kita PDI Perjuangan, bukan PKI, juga bukan organisasi terlarang lainnya. TMP luwes, banyak anak muda, sehingga bisa menyampaikan dengan bahasa yang mudah,” tegasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.