in

Tari Legenda Goa Kreo Disajikan di TMII

Salah satu penari Legenda Goa Kreo yang ditampilkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang di Anjungan Jawa Tengah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (14/4/2019).

 

HALO SEMARANG – Puluhan warga Semarang yang tinggal di Jakarta, menyaksikan pentas budaya tari Legenda Goa Kreo yang ditampilkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang di Anjungan Jawa Tengah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (14/4/2019).

Warga yang tergabung dalam Komunitas Jawa Tengah (KJT) dan Paguyuban Wong Semarang (Pawon Semar) itu memadati joglo pertunjukkan dan dengan antusias mereka menunggu pertunjukan hingga tuntas disajikan.

“Kegiatan semacam ini dapat menjadi jawaban rasa rindu kami terhadap Semarang,” terang Sekretaris Pawon Semar, Ida Parwati dari rilis yang diterima halosemarang.id.

Dia mengaku berterima kasih atas perhatian Pemkot Semarang akan warganya yang merantau. Event serupa diharapkan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

Pihaknya juga berjanji akan semakin mempromosikan wisata Semarang ke luar daerah ataupun ke luar negeri. Terlebih banyak pengurus dan anggota Pawon Semar yang berkecimpung di organisasi sosial berlevel internasional.

“Kami juga siap menjadi duta promosi budaya Semarang dalam setiap kegiatan kami,” tuturnya.

Kadisbudpar Kota Semarang, Indriyasari menjelaskan, Mahakarya Legenda Goa Kreo mengambil kisah perjalanan Sunan Kalijaga yang kesulitan membawa kayu jati yang akan dipergunakan untuk pembangunan tiang Masjid Agung Demak. Saat itulah dia dibantu kera-kera penghuni Goa Kreo ini.

Untuk menghormati para kera tersebut, dibuatlah agenda Sesaji Rewandha di mana tahun ini akan dilakukan pada 15 Juni mendatang atau H+3 setelah Lebaran. Ritual ini sendiri merupakan sebuah wujud syukur warga kepada ratusan kera penghuni kawasan Goa Kreo.

Iin panggilan akrabnya memastikan jika pihaknya akan selalu mempromosikan potensi budaya ke luar daerah. Pasalnya, selain memiliki destinasi wisata yang bagus, Semarang juga memiliki atraksi budaya yang memukau.

“Seperti yang kami tampilkan saat ini, biasanya dipentaskan oleh ratusan orang namun karena keterbatasan space, hanya ditampilkan 60 penari dan pengiring,” terangnya.

Dijelaskan, Legenda Goa Kreo sudah ditampilkan tiga tahun terakhir di objek wisata Goa Kreo Waduk Jatibarang. Penampilan di TMII merupakan salah satu bentuk promosi agar tari asal Semarang itu bisa lebih dikenal masyarakat luas.(HS)

Pengamanan Pemilu, Polda Jateng Terjunkan 23.370 Personel

1.724 TPS di Kota Semarang Terindikasi Rawan