in

Tari Jaranan Sukses Tampil di Depan Siswa Internasional di Canberra

Staf di Kantor Atdikbud KBRI Canberra, Muhammad Nur Aziz, menampilkan Tari Jaranan dari Jawa Timur, di depan siswa Melba Copland Secondary School, Canberra, dalam acara Harmony Day di sekolah tersebut, baru-baru ini. (Foto : kemdikbud.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Canberra, terus mempromosikan budaya Indonesia di negeri Kangguru.

Kali ini, Tari Jaranan dari Jawa Timur, berhasil tampil di depan siswa Melba Copland Secondary School, Canberra, dalam acara Harmony Day di sekolah tersebut, baru-baru ini.

Tari Jaranan ditampilkan oleh Muhammad Nur Aziz, yang merupakan staf di Kantor Atdikbud KBRI Canberra.

Tampil diiringi musik yang ceria, gerakan tarian Jaranan yang dibawakan, membuat para siswa bertepuk tangan riuh gembira.

Para siswa juga terkesan dengan pakaian dan atribut yang dikenakan oleh penari. Mereka menyebut pakaian yang digunakan sangat menarik dari sisi warna maupun desainnya.

Di Indonesia, Tari Jaranan memiliki fungsi yang beragam, mulai dari sarana ritual, pertunjukan, sampai ke fungsi estetika.

Sebagai sarana ritual, tarian ini sering ditampilkan pada upacara peringatan siklus kehidupan (kelahiran, khitan, pernikahan), serta fungsi untuk upacara bersih desa.

Selain itu, Jaranan juga dianggap sebagai simbol pemersatu rakyat antara pelaku seni dan penikmatnya yang sering disebut guyub dan rukun.

Atdikbud KBRI Canberra, Mukhamad Najib, seperti dirilis kemdikbud.go.id, mengatakan promosi budaya di sekolah-sekolah Australia, merupakan salah satu program utama kantor Atdikbud.

Menyajikan tarian tradisional maupun budaya Indonesia di sekolah Australia dapat dilakukan melalui penampilan tari, mengenalkan pakaian, makanan, dan mainan tradisional.

“Kita akan selalu menampilkan beragam budaya Indonesia seperti tarian, makanan khas, maupun pakaian adat pada setiap kesempatan, sehingga siswa mengenal budaya Indonesia dari beragam daerah. Promosi budaya Indonesia di sekolah-sekolah tentu akan berpengaruh positif terhadap pengenalan siswa Australia akan kekayaan budaya Indonesia. Hal ini akan membantu penguatan hubungan antar masyarakat pada masa depan,” tuturnya.

Pada tahun 2024 ini, menurut Najib, Kantor Atdikbud KBRI Canberra sudah tiga kali melakukan program Indonesia Goes to School, yaitu kunjungan ke sekolah untuk memperkenalkan budaya Indonesia.

Najib menargetkan sebanyak mungkin siswa Australia mengenal Indonesia, baik dengan mendatangi sekolah maupun mengundang para siswa untuk berkunjung ke Balai Wisata Budaya yang ada di KBRI Canberra.

“Saat ini kantor Atdikbud KBRI Canberra berusaha secara maksimal untuk meningkatkan literasi para siswa Australia mengenai Indonesia dan budaya Indonesia. Kami meyakini jika masyarakat Australia mengenal Indonesia sejak dini, mereka akan memiliki persepsi positif mengenai Indonesia dan hal ini sangat penting untuk memperkuat hubungan kerja sama Indonesia Australia dalam berbagai bidang,” jelas Najib.

Pengenalan budaya Indonesia melalui Tari Jaranan yang dilakukan mendapat respons positif dari Melba Copland Secondary School.

Salah satu guru, Amber Turner, mengatakan bahwa para guru dan siswa sangat senang dengan penampilan Tari Jaranan di Harmony Day sekolah.

Amber berharap sekolahnya dapat bekerja sama kembali pada tahun depan untuk menampilkan budaya Indonesia yang lain.

“Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan KBRI Canberra dan berharap pada acara Harmony Day berikutnya KBRI Canberra bisa berpartisipasi lagi. Melihat minat para siswa, kami akan berusaha menyediakan waktu yang cukup agar para siswa dapat ikut belajar gerakan tarian dari Indonesia dalam sebuah lokakarya,” tutur Amber usai penyelenggaraan Harmony Day.

Selain KBRI, Melba Copland Secondary School juga mengundang High Commission of New Zealand sebagai bagian dari Harmony Day. Acara ini merupakan salah satu cara sekolah untuk memberi pemahaman kepada para siswa tentang keberagaman di sekolah maupun di masyarakat. (HS-08)

Pemerintah Dinilai Belum Serius Kembangkan dan Lindungi Bahasa Daerah

Sepi Pembeli, Penjual Bakso di Rembang Nekat Curi Motor