in

Target Perenang Muda Percahkan Rekornas di PON XX Papua

Webinar Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) dengan tema PON XX Papua: Target Prestasi Kelas Dunia, pada Senin (23/8/2021).

 

HALO SEMARANG – Pekan Olahraga Nasional atau PON XX 2021 di Papua dijadwalkan berlangsung mulai 2 Oktober sampai 15 Oktober di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke, dan Kabupaten Mimika.

Ajang olahraga ini nantinya akan diikuti oleh 6.442 atlet dari seluruh provinsi di Indonesia pada 37 cabang olahraga.

Para atlet pun sudah tidak sabar turun bertanding di tanah Papua. Persiapan terus dilakukan di tengah pandemi Covid-19. Seperti yang dilakukan perenang Provinsi Riau, Azzahra Permatahani.

Perenang nasional berusia 19 tahun yang turun di Olimpiade Tokyo 2020 ini mengaku mempunyai misi pribadi untuk memecahkan rekor nasional (Rekornas) atau minimal mendekati catatan waktu terbaiknya.

“Saya pribadi dari dulu selalu menargetkan memecahkan rekor waktu saya sendiri. Jadi bagaimana caranya bisa memperbaiki waktu saya. Bagaimana bisa memperbaiki waktu-waktu saya yang sebelumnya, baru memecahkan Rekornas,” kata Azzahra dalam acara Webinar Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) dengan tema PON XX Papua: Target Prestasi Kelas Dunia, pada Senin (23/8/2021).

Sebelumnya, Azzahra memecahkan rekor nasional pada ajang Jakarta Open Swimming Championship 2019 di Stadion Akuatik GBK 26-28 September.

Tidak hanya satu, namun dua rekornas berhasil dipecahkan atlet yang berasal dari Pekanbaru, Riau ini.
Rekor pertama dipecahkan dari nomor 200 meter gaya dada dengan waktu dua menit 32,22 detik.

Azzahra kembali memecahkan rekornas atas namanya sendiri di nomor 200 meter gaya ganti putri dengan waktu dua menit 16,43 detik. Sementara catatan sebelumnya ialah dua menit 16,71 detik di IOAC 2018.

Selain itu, pada nomor 400 meter gaya ganti perorangan, Azzahra memecahkan rekor nasional dengan membukukan waktu empat menit 48,51 detik di ajang 50th Singapore National Age Group Swimming Championship 2019.

Di PON XX Papua, Azzahra mengaku akan lebih fokus memperbaiki waktu- waktu yang sebelumnya ia torehkan.

“Jadi menurut saya kalau misalkan kita fokus ke waktu kita dulu. Medali akan menyusul. Medali akan mengikuti dengan sendirinya. Jadi fokus ke waktu dulu,” ujar dia.

Menurut Azzahra, PON XX 2021 di Papua sangat penting guna memberikan kebanggaan untuk provinsinya. Setiap atlet pun pasti berharap bisa memberikan yang terbaik.

Bicara soal olahraga renang, Azzahra mengaku bahwa orang tuanya telah mengenalkan olahraga air ini sejak usia tiga tahun.

“Saya menyukai olahraga renang dan mulai mencoba olahraga renang dari umur 3 tahun,” kata dia.

Setelah masuk sekolah dasar (SD), orang tuanya pun memasukan Azzahra ke klub renang. Menurur Azzahra, selain karena suka dan hobi, kedua kakaknya yang merupakan atlet renang pun membuat Azzahra bersemangat untuk menjadi atlet renang.

“Kedua kakakku merupakan mantan atlet renang. Jadi pada saat mereka sedang berlatih, itu aku selalu diajak sama orang tuaku ke tempat mereka latihan. Jadi aku tertarik renang karena melihat kedua kakakku,” ujar Azzahra.

Setelah duduk di bangku SMP, Azzahra pun mulai mengikuti lomba-lomba renang. Pada saat itulah, ia meraih medali pertama dalam lomba renang tingkat daerah.

Menurut Azzahra, menjadi atlet renang membuat hidupnya lebih disiplin dan mandiri. Terlebih jika saat mengikuti lomba yang mengharuskan jauh dari keluarga dan orang tua.

“Terus juga dari olagraga renang ini saya juga bisa menambah pengalaman saya. Bisa belajar untuk menjadi disiplin dan mandiri. Apalagi saat bergabung dengan pelatnas tentunya kita kan harus berpisah dari keluarga dan kedua orang tua. Jadi harus belajar mandiri dan disiplin,” tutur Azzahra.(HS)

Share This

Bupati Boyolali Salurkan 660 Paket Bantuan Peralatan Sekolah Bagi Siswa Kurang Mampu

Pekerja Migran Asal Kendal Meninggal Di Oman Karena Covid, Ahli Waris Mengaku Belum Menerima Hak